Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukungan Petisi Pencabutan Nobel Aung San Suu Kyi Terus Mengalir

Jumlah pendukung petisi daring untuk mencabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi terus mengalir. Hingga pukul 9.53 WIB, jumlah penandatangan petisi telah mencapai 26.991 orang.
Anugerah Perkasa
Anugerah Perkasa - Bisnis.com 29 Maret 2016  |  09:56 WIB
Pendukung Suu Kyi membawa spanduk saat berkumpul di halaman markas NLD di Yangon untuk menyaksikan hasil pemungutan suara yang ditayangkan televisi (8/11/2015). - Reuters/Soe Zeya Tun
Pendukung Suu Kyi membawa spanduk saat berkumpul di halaman markas NLD di Yangon untuk menyaksikan hasil pemungutan suara yang ditayangkan televisi (8/11/2015). - Reuters/Soe Zeya Tun

Kabar24.com, JAKARTA -- Jumlah pendukung petisi daring untuk mencabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi terus mengalir. Hingga pukul 9.53 WIB, jumlah penandatangan petisi telah mencapai 26.991 orang.

Penandatanganan petisi ini merupakan sikap protes terhadap pejuang demokrasi Myanmar tersebut atas pernyataannya yang dianggap diskriminatif dan rasis terhadap muslim.

Suu Kyi  menyatakan bahwa tidak ada yang memberitahu dirinya bahwa akan diwawancarai oleh seorang muslim, yakni presenter BBC Today Mishal Husain pada 2013 lalu. Kekesalan itu terkait dengan pertanyaan wartawati soal penderitaan yang dialami umat Muslim di Myanmar.

"Sebagai pejuang demokrasi maka pernyataan bersifat rasis sungguh tidak pantas diucapkan karena merusak nilai-nilai demokrasi yang menghargai perbedaan keyakinan dan perbedaan," demikian isi petisi tersebut yang dikutip Kabar24.com, Selasa (29/3/2016).

Pada pukul 09.53 WIB, jumlah pendukung petisi Change.org itu mencapai 26.991 orang. Diperlukan sekitar 8.009 orang lagi untuk menembus angka 35.000 tanda tangan.

Petisi itu menyebutkan jika penerima Nobel tidak bisa menjaga “perdamaian” maka demi perdamaian dan persaudaraan sudah selayaknya perhargaan yang diterimanya harus dikembalikan atau dicabut oleh Komite Nobel.

"Kami meminta Ketua Komite Nobel untuk mencabut Nobel Perdamaian yang diberikan untuk Suu Kyi. Hanya mereka yang sungguh-sungguh menjaga kedamaian yang layak menerima hadiah Nobel Perdamaian," demikian petisi tersebut. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hadiah nobel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top