Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemacetan Kota Bandarlampung Makin parah

Kemacetan lalu lintas di seputar kota Bandarlampung yang merupakan ibu kota Provinsi Lampung, makin meluas dan parah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Maret 2016  |  09:18 WIB

Kabar24.com, BANDARLAMPUNG--Kemacetan lalu lintas di seputar kota Bandarlampung yang merupakan ibu kota Provinsi Lampung, makin meluas dan parah.

Karena itu sejumlah warga pengguna kendaraan bermotor di Kota Bandarlampung berharap kemacetan lalu lintas yang terjadi pada sejumlah ruas jalan utamadapat segera teratasi agar dapat mendukung kelancaran aktivitas perekonomian.

Menurut sejumlah warga di Bandarlampung, Minggu, saat ini kondisi kemacetan lalu lintas cenderung semakin parah terjadi terutama terjadi pada beberapa ruas jalan utama di pusat kota dan sekitar pusat perbelanjaan modern maupun pasar di kota ini.

Mereka menilai, upaya rekayasa lalu lintas yang telah dilakukan Pemkota Bandarlampung baru-baru ini belum sepenuhnya mampu mengatasi kemacetan lalu lintas itu, melainkan malah cenderung memindahkan kawasan yang mengalami kemacetan ke tempat yang lain.

Karena itu, perlu upaya terobosan lebih lanjut menanganinya agar dapat pula mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat.

"Benar memang di tempat sebelumnya sudah tidak macet, tapi kemacetan baru terjadi pada lokasi lain sebagai dampak rekayasa lalu lintas itu," kata Yanti, salah satu pegawai swasta pengguna kendaraan pribadi di Bandarlampung itu pula.

Dia mengaku kini merasakan setiap hari harus pintar memilih ruas jalan yang akan dilalui agar tidak terjebak kemacetan itu. Namun pada saat jam sibuk, tetap akan kesulitan lari dari kondisi kemacetan itu.

Keluhan serupa diungkapkan beberapa warga pengguna sepeda motor maupun mobil pribadi di Bandarlampung.

Mereka menyebutkan, kawasan yang selalu mengalami kemacetan, seperti ujung Jalan A Yani menuju Jalan Kartini depan SPBU dan salah satu pusat belanja modern setempat, sekitar Jalan Teuku Umar di depan RSUD Abdul Moeloek dan Markas Korem 043 Garuda Hitam maupun menuju Jl Zainal Abidin Pagaralam di depan kawasan pendidikan dan Kampus Universitas Lampung.

Kemacetan juga kerap terjadi di depan Mal Bumi Kedaton simpang Way Halim hingga ke dekat PKOR Way Halim, persimpangan kereta api Jalan Urip Sumoharjo hingga perempatan Way Halim, depan Pasar Tugu, dan sejumlah ruas jalan lainnya di Bandarlampung.

Warga berharap rekayasa lalu lintas dan terobosan lain untuk mengatasi kemacetan di Bandarlampung yang diupayakan Pemkot Bandarlampung terus dilengkapi dan disempurnakan hingga mampu mengatasi kemacetan itu.

Sebelumnya Wali Kota Bandarlampung Herman HN menegaskan akan menerapkan sistem smart transportation yang akan bekerjasama dengan tim peneliti Institut Teknologi Bandung dan berbagai pihak lainnya, untuk mengatasi kemacetan dan memperlancar arus transportasi di kota ini.

Namun menurut Herman, penerapannya akan dilakukan secara bertahap, sehingga berharap warga kota ini dapat bersabar serta memberikan dukungan yang diperlukan.

Belum lama ini Herman HN juga meninjau lokasi pelebaran di Jalan Gajah Mada simpang empat Pasar Tugu yang mulai dikerjakan.

Ruas jalan itu akan dilebarkan tiga meter kiri dan kanan, serta segera dibangun jalan layang (flyover), untuk mengatasi kemacetan yang selalu terjadi, sehingga arus lalu lintas menjadi semakin lancar, tertib dan aman. Empat ruas jalan layang telah dibangun dan beroperasi di Bandarlampung. Sejumlah jalan layang baru segera dibangun pula.

Herman menegaskan tekadnya untuk membangun Kota Bandarlampung sehingga dapat menjadikan kota ini menjadi lebih maju dan modern.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemacetan bandarlampung

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top