Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PHRI Sulsel Targetkan 50% Tenaga Hotel Tersertifikasi

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menargetkan sebanyak 50% tenaga kerja perhotelan di Sulawesi Selatan akan memegang sertifikasi kompetensi.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 23 Maret 2016  |  17:00 WIB
Hotel - Antara
Hotel - Antara

Kabar24.com, MAKASSAR – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menargetkan sebanyak 50% tenaga kerja perhotelan di Sulawesi Selatan akan memegang sertifikasi kompetensi.

Hal tersebut terkait dengan aturan dalam pengurusan izin baru dan perpanjangan izin hotel disyaratkan memiliki 50% tenaga kerja tersertifikasi.

Ketua PHRI Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga mengatakan pihaknya akan menggenjot proses sertifikasi bagi tenaga kerja perhotelan hingga mencapai angka ideal, yakni minimal 50% dari total tenaga kerja.

Dengan tujuan agar para tenaga kerja memiliki kompetensi yang baik serta bisa bersaing dengan tenaga asing di era Masyarakat Ekonomi Asean.

“Pada tahap awal akan mengejar angka ideal sebanyak 50% sesuai dengan aturan yang ada,” paparnya seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan manajemen Phinisi Hospitality di Makassar, Rabu (23/3/2016).

Untuk mencapai hal tersebut akan dilakukan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) beserta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun, hingga saat ini jumlah pekerja sertifikasi di Sulsel masih sangat minim, dan lebih dari 40.000 pekerja belum tersertifikasi.

Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Anging Mammiri Farid Said mengatakan saat ini jumlah tenaga kerja tersertifikasi masih sangat terbatas. Meskipun demikian, pihaknya akan terus melakukan pendampingan.

“Sebanyak 100 tenaga kerja yang tergabung dengan Manajemen Phinisi Hospitality akan disertifikasi melalui LSP Anging Mammiri dengan anggaran mencapai Rp100 juta,” katanya.

Peserta yang segera disertifikasi tersebut berasal dari beberapa hotel di Makassar, yakni Hotel Grand Clarion, Hotel Grand City dan Hotel Grand Rinra yang mencakup tenaga kerja yang bertugas sebagai front office hotel, housekeeping, dan juru masak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Jufri Rahman mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan memfasilitasi hotel-hotel agar karyawannya tersertifikasi, demi meningkatkan kompetensi karyawan.

“Sertifikasi sangat penting untuk meningkatkan pelayanan, serta meningkatkan skill sesuai bidangnya masing-masing,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phri ekonomisulsel
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top