Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PERAYAAN CAP GO MEH: Jusuf Kalla Minta WNI Keturunan China Konsekuen

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta warga China Indonesia konsekuen untuk tidak lagi mengait-ngaitkan dengan suku-suku leluhurnya karena sudah menjadi China Indonesia.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 29 Februari 2016  |  02:53 WIB
Warga keturunan China memainkan liong (naga) saat pawai perayaan Cap Go Meh 2565 di Jalan Raya Tuparev, Karawang, Jawa Barat - Antara
Warga keturunan China memainkan liong (naga) saat pawai perayaan Cap Go Meh 2565 di Jalan Raya Tuparev, Karawang, Jawa Barat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta warga China Indonesia konsekuen untuk tidak lagi mengait-ngaitkan dengan suku-suku leluhurnya karena sudah menjadi China Indonesia.

"Kalau tadi disebutkan suku-suku Hokkian, Hakka, Kanton dan sebagainya, maka ke depan China Indonesia tak perlu selalu dikait-kaitkan dengan suku-suku leluhurnya di sana. Kalau mau konsekuen sebut saja China Medan, atau China Indonesia bukan lagi dikait-kait dengan leluhur," kata Wapres Jusuf Kalla saat perayaan Cap Go Meh di Jakarta, Minggu (28/2/2016).

Perayaan Cap Go Meh bersama ke-9 kali ini mengambil tema "Semangat Membangun Negeri".

Selain dihadiri Wapres usuf Kalla dan ibu Mufidah Kalla, juga hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Mendiknas Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat.

Lebih lanjut Jusuf Kalla juga minta agar orang China Indonesia benar-benar mencintai negeri ini bukan hanya ucapan tetapi tindakan.

"Kalau kita China Indonesia tidak mau ada perbedaan maka lakukan yang terbaik bagi bangsa ini," kata Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan itu Wapres menyampaikan penghargaannya atas upaya yang telah dijalankan warga China Indonesia atas segala baktinya bagi bangsa baik dalam segi ekonomi, sosial maupun sekarang sebagai eksekutif, gubernur, wali kota dan menteri.

Dalam bagian pidato lainnya, Wapres mengatakan bangsa Indonesia saat ini mengalami dua hal serius yakni pertama pertumbuhan ekonomi yang melambat dan, kedua, kesenjangan yang lebar antara yang mampu dan tak mampu.

"Apa yang dapat kita lakukan adalah menggali potensi dan kekuatan kita sendiri dari dalam. Tentu akan dahsyat jika itu bisa kita (China Indonesia) lakukan bersama-sama suku-suku lainnya," kata Wapres.

Wapres juga menjelaskan pemerintah akan berusaha melaksanakan pengampunan pajak atau "tax amnesty".

"Positifnya, ada banyak uang warga negara kita yang 'diparkir' di luar negeri. Kalau tak ada 'tax amanesty' mereka tak mau bawa pulang," kata Jusuf Kalla Sementara terhadap kesenjangan yang besar bisa dikurangi dengan beberapa langkah. Pertama, membayar pajak yang benar. Kedua, mempercayai negerinya.

"Jangan hanya diucapkan tapi dilaksanakan. Kalau sekarang ini masih ada yang minta pengampunan pajak, apakah itu bangsa yang baik," kata JK..

Tidak ada pembedaan Sebelumnya Ketua Dewan Pembina Forum Bersama Indonesia China Murdaya W. Poo meminta tidak ada lagi pembedaan terhadap warga Tionghoa Indonesia.

Lebih Lanjut Murdaya Poo menjelaskan tema perayaan Cap Go Meh kali ini ---Semangat Membangun Negeri--tujuannya adalah untuk mengajak suku-suku China bersama-sama suku-suku lain di Tanah Air meningkatkan semangat membangun negeri Indonesia.

"Diharapkan peran serta suku China Indonesia dengan suku-suku lain di Indonesia mampu memciptakan sinergi yang harmonis membangun negeri kita," kata Murdaya Poo.

Perayaaan Cap Go Meh juga dihadiri ribuan warga China-Indonesia dan dimeriahkan dengan Drama musikal "Bersama Membangun Indonesia".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla cap go meh

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top