Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sempat Diblokir 3 Tahun, Youtube Akhirnya Bisa Diakses di Pakistan

Akhirnya Youtube kembali bisa diakses di Pakistan setelah tiga tahun lamanya ditutup oleh pihak otoritas Pakistan.
ilustrasi/www.metalinjection.net
ilustrasi/www.metalinjection.net

Bisnis.com, JAKARTA – Akhirnya Youtube kembali bisa diakses di Pakistan setelah tiga tahun lamanya ditutup oleh pihak otoritas Pakistan.

Sebelumnya, penutupan akses Youtube dilakukan setelah adanya penyebaran video anti islam yang tersebar di dunia maya. Karena hal tersebut, memicu protes keras mulai dari timur tengah hingga asia tenggara.

Putusan larangan itu terbit seminggu setelah Alphabet Inc, perusahaan khusus Youtube di Pakistan, Nepal dan Sri Lanka, berdiri.

"Pakistan Telecommunication Co, operator fixed line terbesar di negara itu mengumumkan secara tiba-tiba dalam halaman Facebook mengenai pencabutan akses Youtube di Pakistan," seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/1/2016).

Shahzad Ahmad, Direktur Bytes for All, sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak internet, mengungkapkan kembalinya Youtube begitu tiba-tiba.

Padahal, larangan itu tadinya bermula karena Bytes yang mempeloporinya saat film pendek kontroversial mengenai Nabi Muhammad yang digambarkan sebagai pecinta wanita.

Karena film tersebut, akhirnya membuat para pengunjuk rasa dan kepolisian terlibat bentrok di kantor perwakilan Amerika Serikat di Lahore, Karachi dan Peshawar dan mengakibatkan aksi pembakaran bioskop.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper