Dua Pulau Tujuan Wisata Ini Mulai Dipasok Listrik PLN

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menggenjot kontribusi sektor pariwisata, PT PLN (Persero) Area Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo berencana meningkatkan elektrifikasi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 16 Desember 2015  |  15:17 WIB
Dua Pulau Tujuan Wisata Ini Mulai Dipasok Listrik PLN
Taman Laut Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara - Ilustrasi/en.wikipedia.org

Bisnis.com, MANADO-- Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menggenjot kontribusi sektor pariwisata, PT PLN (Persero) Area Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo berencana meningkatkan elektrifikasi.

Beberapa tempat telah ditunjuk menjadi lokasi penambahan suplai listrik misalnya di Pulau Bunaken dan Pulau Lembeh.

Sebagaimana diketahui, kedua pulau tersebut merupakan destinasi utama bagi wisatawan yang menggemari olah raga penyelaman.

"Selama ini, kedua pulau tersebut belum mengandalkan pasokan listrik dari PLN sehingga banyak masyarakat yang menggunakan genset," kata General Manager PLN Area Suluttenggo di Manado, Rabu (16/12/2015).

Padahal, Pulau Bunaken merupakan ikon unggulan pariwisata Sulut. Minimnya infrastruktur, salah satunya ketersediaan listrik dituding menjadi faktor yang menghambat pengembangan destinasi unggulan ini.

Dirinya merinci perseroan tengah menyelesaikan survei bawah laut karena PLN berencana menarik kabel transmisi melalui bawah laut dari Manado ke Pulau Bunaken.

"Saya berharap dalam waktu dekat Pulau Bunaken akan mendapat aliran listrik. Saat ini beban puncak di pulau ini mencapai 400 KWH," tuturnya.

Proyek pengembangan transmisi kelistrikan ke Pulau Bunaken diperkirakan memakan biaya Rp30 miliar dan membutuhkan kabel sepanjang 4 km.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh PLN untuk melistriki Pulau Lembeh.

Baringin mengungkapkan proyek penarikan kabel listrik dari Bitung ke Pulau Lembeh dapat selesai pada pertengahan tahun ini.

Jika dirinci, rasio elektrifikasi di kawasan ini baru mencapai 77,21% per September 2015.

Adapun, rasio elektrifikasi tertinggi masih berada di Provinsi Sulut sebesar 85,94%, Provinsi Gorontalo 74,02%, dan Provinsi Sulawesi Tengah 70,47%.

Khusus di Sulut, lima besar rasio eletrifikasi meliputi Kota Manado sebesar 100,19%, disusul oleh Bolaang Mongondow Utara 95,17%, Siau Tagulandang Biaro 91,8%, Minahasa Selatan 91,03%, dan Minahasa Tenggara 89,23% pada periode yang sama.

Hingga Desember 2015, PLN Area Suluttenggo memiliki kapasitas 320 MW, sedangkan beban puncaknya mencapai 325 MW.

Kendati demikian, dengan adanya beberapa pembangkit yang mengalami kerusakan dan debit Danau Tondano masih terbatas, daya mampu pasok pembangkit baru sekitar 275 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pln, bunaken

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top