Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Privatisasi Pakistan International Airlines

Pakistan akan memprivatisasi perusahaan penerbangan nasionalnya pada Juli mendatang, seorang menteri mengatakan pada Selasa, setelah bertahun-tahun merugi dan salah urus yang telah merusak reputasi maskapai tersebut.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 09 Desember 2015  |  17:36 WIB
Pemerintah Privatisasi Pakistan International Airlines
Pakistan International Airlines. - www.pakistantoday.com.pk
Bagikan

Bisnis.com, KARACHI  -- Pakistan akan memprivatisasi perusahaan penerbangan nasionalnya pada Juli mendatang, seorang menteri mengatakan pada Selasa, setelah bertahun-tahun merugi dan salah urus yang telah merusak reputasi maskapai tersebut.

Pengumuman yang secara luas diantisipasi itu memicu protes dari karyawan Pakistan International Airlines (PIA) dan partai oposisi utama.

"Kami berencana untuk memprivatisasi PIA karena kerugian keuangan yang besar dan berulang," Menteri Privatisasi Mohammad Zubair mengatakan kepada AFP, Rabu (9/12/2015).

Setelah pemerintah menyetujui penjualan, Komisi Privatisasi akan mencoba untuk menjual maskapai yang sedang kesulitan itu di pasar internasional.

Zubair mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan bentuk privatisasinya, tetapi salah satu pilihannya adalah menjual 26 persen dari total saham bersama dengan kontrol manajemen.

"Kami akan mengadakan road show di Timur Tengah dan Tiongkok serta di Eropa untuk menemukan pembeli," tambahnya.

Pemerintah akhir pekan lalu mengonversi statusnya milik negara PIA menjadi sebuah "entitas komersial" melalui sebuah ketetapan, tetapi menghentikan sementara pengumuman rencana privatisasinya.

Tindakan itu memicu reaksi sengit di antara 15.000 karyawan PIA, yang berunjuk rasa di bandara utama di seluruh negara itu pada Senin dan Selasa.

"Ini adalah protes damai kami terhadap rencana pemerintah," kata Shamim Akmal, perwakilan karyawan senior.

Kerugian kumulatif PIA mencapai 227 miliar rupee (2,2 miliar dolar AS) pada Juni lalu.

Pemerintah telah menyuntikkan 12 hingga 15 miliar rupee per tahun untuk mempertahankan maskapai tetap hidup dan membayar karyawan.

PIA, salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia sampai 1970-an, sekarang sering mengalami pembatalan dan penundaan penerbangan dan telah terlibat dalam berbagai kontroversi selama bertahun-tahun, termasuk memenjarakan seorang pilot mabuk di Inggris pada 2013.

Maskapai juga telah menghadapi masalah-masalah mendapatkan izin keamanan penerbangan kargo ke Uni Eropa.

PIA juga secara tradisional membagikan puluhan ribu tiket gratis setiap tahun, yang berkontribusi terhadap kerugian.

"Jika ada yang memiliki rencana lebih baik (kecuali privatisasi), kami siap mendengarkan itu," kata menteri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pakistan

Sumber : ANTARA/AFP

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top