Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jual-Beli Kondom di Minimarket Dipersoalkan

Kepala Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BP3M) Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, mengimbau pengelola toko modern atau minimarket di Belopa untuk tidak menjual bebas kondom atau alat kontrasepsi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 November 2015  |  08:48 WIB
Jual-Beli Kondom di Minimarket Dipersoalkan
kondom - bisnis.com
Bagikan

Kabar24.com, LUWU-- Kepala Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BP3M) Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, mengimbau pengelola  toko modern atau minimarket di Belopa untuk tidak menjual bebas kondom atau alat kontrasepsi.

Rudi menjelaskan, surat imbauan itu  memberi kesempatan pada pengelola minimarket untuk segera menarik semua jenis kondom yang masih dijual bebas.

Sepekan setelah itu, BP3M bersama instansi terkait, akan turun melakukan pemeriksaan.

 “Apakah masih ada yang dijual atau sudah ditarik, akan kita pantau,” kata Muhammad Rudi, Selasa (24/11/2015).

Dijelaskan, penjualan kondom secara bebas, memang seharusnya diatur, hanya bisa dijual di apotek. Sedangkan minimarket, bukan tempat yang tepat untuk menjual kondom.

“Sama dengan minuman beralkohol, sekarang sudah tidak diperbolehkan dijual bebas diminimarket,” ujarnya.

Supervisor Indomaret di Luwu, Sofyan, mengatakan, saat ini kondom masih dijual di Indomaret, meski sudah ada pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten Luwu, soal larangan menjual kondom.

Pihaknya baru akan menyetop pasokan kondom di toko Indomaret, jika sudah ada persuratan resmi dari Pemkab ke Indomaret.

“Kami memang sudah menerima pemberitahuan soal larangan menjual kondom, tapi setelah dikoordinasikan dengan pimpinan, disepakati baru akan menyetop pasokan kondom kalau ada surat resmi dari Pemda,” kata Sofyan.

Program KB

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Luwu, Hasliana Nurdin, mengatakan, kondom hanya bisa dijual di apotek, dan yang boleh membelinya hanya konsumen yang masuk dalam program Keluarga Berencana (KB).

“Rawan disalahgunakan, sehingga ada aturan yang melarang minimarket menjual kondom,kecuali apotek,” kata Hasliana.

“Di Kabupaten Luwu, yang menggunakan KB rata-rata kaum ibu, jumlahnya sekitar 52%, sedangkan pria atau pengguna kondom masih sangat minim,” ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Suharkimin, mengatakan, kondom adalah alat kontrasepsi pria yang rawan disalahgunakan, sehingga perlu ada aturan yang membatasi penjualan kondom.

“Kondom itu alat kontrasepsi untuk mencegah terjadinya kehamilan pada pasangan suami –istri, kalau dijual bebas, artinya semua orang bisa membelinya, walaupun belum berkeluarga,” kata Suharkimin.

Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, melarang penjualan kondom secara bebas. Bupati Luwu Andi Mudzakkar mengatakan, penjualan kondom secara bebas dapat disalahgunakan.

"Ditakutkan bisa dibeli bebas oleh remaja-remaja kita, sehingga kami putuskan untuk melarang kondom dijual bebas, khususnya di toko-toko retail," kata Andi Mudzakkar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kondom

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top