Kabar24.com, JAKARTA -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan korban perdagangan orang seringkali mendapatkan eksploitasi fisik, psikologis dan pelecehan seksual yang relatif dilakukan bersamaan.
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengatakan pada banyak kasus, banyak korban yang merasa tidak sadar bahwa mereka sebenarnya telah dieksploitasi. Tak hanya secar fisik, namun juga secara psikologis.
"Beberapa orang juga mendapatkan pelecehan secara seksual. Akibatnya mereka mendapatkan trauma serius," kata Semendawai dalam rilisnya, Sabtu (7//11/2015).
Dia menuturkan masalah itu kemudian ditambah dengan proses persidangan yang tak sebentar, baik untuk korban maupun saksi. Oleh karena itu, LPSK berupaya memenuhi kebutuhan dasar bagi saksi maupun korban kasus kejahatan tersebut.
Langkah-langkah pemulihan itu, sambung Semendawai, adalah dengan memberikan rehabilitasi medis, psikologis, dan psikososial. Semendawai memaparkan terkadang korban kasus perdagangan orang juga menjadi korban dalam kasus lainnya.
"LPSK memang tidak bisa sendiri, sehingga harus dibangun kerja sama dengan instansi terkait dan berwenang dalam pelaksanaan perlindungan dan bantuan bagi saksi dan korban,” tutur Semendawai.