Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badak Sumatra dari Amerika Dipulangkan ke Indonesia

Seekor badak sumatera bernama Harapan yang ada di Kebun Binatang Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat akan dipulangkan ke Taman Nasional Way Kambas untuk menghindari kepunahan hewan tersebut di Tanah Air.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 25 September 2015  |  13:33 WIB
Badak Sumatra - Antara
Badak Sumatra - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Seekor badak Sumatra bernama Harapan yang ada di Kebun Binatang Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat akan dipulangkan ke Taman Nasional Way Kambas untuk menghindari kepunahan hewan tersebut di Tanah Air.

Kepulangan Harapan merupakan inisiatif dari Kebun Binatang Cincinnati. Beberapa faktor yang menjadi alasan dipulangkannya Harapan adalah tidak adanya badak betina di Amerika untuk dikawinkan dengan Harapan. Sementara itu, Indonesia tidak akan mengirimkan badak Sumatra ke luar negeri.

Terri Roth, Direktur dari Pusat Konservasi dan Penelitian Satwa Langka Kebun Binatang Cincinnati, mengatakan kepulangan Harapan ke rumah asalnya adalah kehilangan besar bagi kebun binatang tersebut.

"Kami sedih karena program badak Sumatra akan segera berakhir di Cincinnati. Ini adalah kehilangan besar bagi kami, tetapi ini harus dilakukan agar Harapan paling tidak bisa berkontribusi terhadap kelangsungan spesiesnya, ujarnya, dikutip dari Wonderful Indonesia, Jumat (25/9/2015),

Saat ini Harapan tengah dilatih untuk beradaptasi di dalam peti besar yang akan membawanya menuju ke Indonesia dengan pesawat, kapal feri, serta truk dengan estimasi perjalanan sekitar 60 jam.

Setibanya di Tanah Air, Harapan akan ditempatkan di Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas, Lampung bersama kakak tertuanya, Andalas. Andalas juga lahir di Kebun Binatang Cincinnati. Pada 2007 Andalas telah lebih dulu dipulangkan ke Indonesia. Kini Andalas telah berumur empat belas tahun dan sudah mempunyai satu anak.

Selain Harapan dan Andalas, hanya ada tujuh badak Sumatra lain yang hidup di penangkaran seluruh dunia. Bila dihitung dengan badak yang hidup di alam liar, populasi spesies tersebut kurang dari 100 ekor.

Langka

Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan badak terkecil di dunia dengan tinggi 120-145 cm dan panjang 250 cm, serta berat 500-800 kg. Badak itu adalah satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula dan salah satu dari lima spesies badak yang ada di muka Bumi.

Badak Sumatra memiliki rambut terbanyak dibandingkan seluruh sub-spesies badak di dunia sehingga sering disebut badak berambut (hairy rhino). Telinga besar, kulit berwarna coklat keabu-abuan atau kemerahan, serta sebagian besar tubuhnya ditutupi rambut dan kerut di sekitar matanya. Panjang cula depan antara 25-80 cm, sedangkan cula belakang lebih pendek dan tidak lebih dari 10 cm.

Badak Sumatera hidup di alam dalam kelompok kecil dan umumnya menyendiri (soliter). Hewan itu adalah penjelajah dan pemakan buah (mangga liar dan buah fikus), daun-daunan, ranting-ranting kecil dan kulit kayu. Mereka lebih menyukai dataran rendah, khususnya di hutan-hutan sekunder di mana banyak terdapat sumber makanan yang tumbuh rendah di vegetasi yang lebat.

Kehilangan habitat dan perburuan adalah ancaman yang utama bagi keberlangsungan hidup badak Sumatra. Rusaknya hutan diiringi berbagai aktivitas yang tidak berkelanjutan oleh manusia menyebabkan semakin terdesaknya populasi badak sumatera menuju kepunahan. Agar satwa ini mampu bertahan hidup, dibutuhkan upaya serius untuk menyelamatkan habitat hutan di Sumatra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badak Badak Sumatra
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top