Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Pemimpin Harus Punya Ideologi Biar Tak Kehilangan Arah

Di hadapan 255 calon pimpinan daerah dari Partai Nasdem, Presiden Joko Widodo menyampaikan satu pesan penting bahwa seorang pemimpin harus memiliki pegangan ideologi agar tidak kehilangan arah tujuan.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 22 September 2015  |  02:25 WIB
Jokowi: Pemimpin Harus Punya Ideologi Biar Tak Kehilangan Arah
Presiden Joko Widodo - Antara
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Di hadapan 255 calon pimpinan daerah dari Partai Nasdem, Presiden Joko Widodo menyampaikan satu pesan penting bahwa seorang pemimpin harus memiliki pegangan ideologi agar tidak kehilangan arah tujuan.

Pesan ini berlaku untuk semua pemimpin di tingkat Kota, Kabupaten, Provinsi dan pemimpin di tingkat nasional yakni harus memiliki pegangan yang sama yakni Ideologi. Presiden pun menyampaikan ideologinya sebagai pegangan dalam menjalakan roda pemerintahan.

"Ideologi kita sama Pancasila tapi cara penerapannya beda, ada yang lewat gerakan perubahan restorasi Indonesia, ada yang lewat cara lain, tapi sebagai Presiden juga harus punya ideologi yang jelas yaitu berdaulat, berdikari dan berkepribadian," kata Jokowi dalam acara Konsolidasi Pemenangan Pilkada 2015 di Jakarta Senin (21/9/2015) malam.

Dalam paparannya Jokowi menegaskan sebagai negara maritim dengan 17.000 pulau membuat takjub pemimpin negara lain soal bagaimana cara mengelolanya. Dalam beberapa kesempatan Jokowi bahkan harus menjelaskan detail profil Indonesia kepada negara lain dengan begitu banyaknya pulau.

"Saya cerita kepada kepala negara lain jumlah pulau kita 17.000 lebih pulau, mereka terheran-heran gimana kelolanya. Oleh sebab itu, saya terangkan detail pada mereka, karena sulit bayangkan negara dengan 17.000 pulau, setelah saya terangkan mereka ngangguk-ngangguk, gak ngerti tahu apa tidak," tutur Jokowi.

Luasnya wilayah Tanah Air membuka peluang menjadi negara besar dengan meletakkan pondasi kuat dalam perekonomian dari waktu ke waktu. Sayang dalam beberapa kesempatan hanya dilewatkan begitu saja. 

Ada tiga pondasi kuat yang bisa diletakkan dalam membangun perekonomian. Pertama saat booming minyak pada 1970-an, kedua saat booming kayu pada era 1980-an dan ketiga booming minerba pada era sekarang. 

Pondasi pertama dan kedua sudah dilewati begitu saja tanpa menanamkan pondasi yang kuat pada masa itu sehingga lewat begitu saja. Satu-satunya kesempatan yang bisa dimanfaatkan adalah ketika  booming minerba.


"Kita punya kesempatan minerba kita meski sebagian sudah lewat tapi sebagian masih. Ini yang harus kita gunakan untuk pondasi ekonomi negara kita ini kokoh," papar Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemimpin
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top