CRANE JATUH DI MASJIDIL HARAM: Meski Jadi Korban, Jemaah Ini Semangat Melanjutkan Ibadah Haji

"Doakan saya ya Pak," kata Nurudin, yang kepala dan kakinya terluka terkena serpihan bangunan yang runtuh tertimpa alat berat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.
Newswire | 12 September 2015 12:23 WIB
Crane ambruk di Mekah. - bbc.com

Kabar24.com, MAKKAH--"Doakan saya ya Pak," kata Nurudin, yang kepala dan kakinya terluka terkena serpihan bangunan yang runtuh tertimpa alat berat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Ia menyampaikan permintaan itu kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sambil memeluknya di halaman Rumah Sakit Al-Noor, Makkah, Jumat (11/9/2015) malam.

Tangan dan kaki anggota jemaah dari kelompok terbang 01 Embarkasi Surabaya (SUB 01) itu dibungkus perban tebal, tapi dia masih bisa berjalan dan sudah boleh kembali ke pemondokan.

"Tapi dua hari lagi saya diminta balik ke sini," kata Nurudin, yang kaus putihnya masih bernoda bercak darah. "Ini pasti ada hikmahnya, mungkin ini ujian dan teguran dari Allah agar saya introspeksi diri," katanya.

Musibah itu sama sekali tak menyurutkan semangatnya untuk melanjutkan proses ibadah haji.

Dia ingin melaksanakan puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, dan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.

Korban lainnya, Muradi Yahya, juga mengharap doa untuk kesembuhan lukanya ketika Menteri Agama mengunjunginya.

Dia juga memohon doa agar bisa tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah haji.

"Saya sebenarnya tahu ketika crane itu mau jatuh, saya sempat mikir kalau crane itu jatuh bagaimana," kata anggota kelompok terbang 21 Embarkasi Surabaya (SUB 21) yang dirawat di Rumah Sakit Al Noor itu.

Namun, kemudian dia merasa kakinya seakan putus. Ternyata kakinya patah karena terkena reruntuhan bangunan.

Dia hanya memasrahkan diri kepada Sang Pencipta ketika itu. "Sampai kemudian ada yang menolong," tutur dia.

Muradi merasa peristiwa selepas shalat Ashar itu begitu cepat terjadi. Tiba-tiba crane jatuh dan melukai puluhan orang yang sedang beribadah di Masjidil Haram.

Saat itu Makkah diguyur hujan lebat disertai butiran es kecil dan angin berhembus sangat kencang disertai suara gemuruh dan petir sejak pukul 17.10 hingga 18.00 waktu Arab Saudi atau 21.10 sampai 22.00 WIB.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berusaha membesarkan hati korban yang terluka saat menjenguk mereka.

"Pemerintah prihatin dengan kejadian ini dan berharap korban memperbanyak sabar dan bersyukur sudah ditangani dengan baik oleh para profesional di rumah sakit yang bagus ini," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan santunan kepada jemaah Indonesia yang menjadi korban musibah di Masjidil Haram, baik yang meninggal dunia maupun terluka.

Sumber : Antara

Tag : Ibadah Haji
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top