Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaga Inflasi Sulsel, Pemprov Gelar‎ Pasar Murah Ramadan

Pemerintah Provinsi Sulsel menggelar Pasar Murah Ramadan guna menekan inflasi yang kerap terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri di Maccini Sombala of Indonesia (MoI).
Wiwiek Dwi Endah
Wiwiek Dwi Endah - Bisnis.com 07 Juli 2015  |  13:48 WIB
Ilustrasi pasar murah sembako - Antara
Ilustrasi pasar murah sembako - Antara

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulsel menggelar Pasar Murah Ramadan guna menekan inflasi yang kerap terjadi jelang Hari Raya Idul Fitri di Maccini Sombala of Indonesia (MoI).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan‎ Pemprov Sulsel, Sidik Salam mengatakan setiap tahun, saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri‎ selalu dibarengi dengan inflasi. Karena itu, salah satu upaya untuk menjaga inflasi adalah dengan menggelar pasar murah.

"Pasar murah ini dikoordinir oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang didukung BI, perbankan, hingga para distributor," kata Sidik, Selasa (7/7/2015).

Menurutnya, Pemprov Sulsel berupaya menjaga pasokan pangan agar tidak langka dan menyebabkan kenaikan harga, sehingga menyebabkan inflasi serta menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Dia menjelaskan, dalam pasar murah tersebut panitia menyiapkan‎ 8.500 paket sembako dengan harga Rp50.000 per paket, atau lebih murah 56% dari harga di pasaran yang mencapai Rp114.000 per paket.

Dalam setiap paket kata dia, berisi beras, gula, terigu, minyak goreng, mentega, biskuit dan lain-lain.

Adapun, pasar murah ini dilaksanakan di lima titik di Kota Makassar dan kabupaten/kota di Sulsel. Khusus di Kota Makassar, pasar murah digelar di MoI, Lette Kecamatan Mariso, Kerung-kerung Kecamatan Makassar, Paotere Kecamatan Ujung Tanah dan di Kecamatan Tamalanrea.

Sedangkan, lima kabupaten yang dipilih untuk penyelenggaraan pasar murah Pemprov Sulsel adalah Kabupaten Pangkep, Kota Parepare, Kabupaten Bone, Pinrang dan Kabupaten Bulukumba. 

Pasar murah ini lanjut Sidik, diperuntukkan kepada masyarakat pra sejahtera.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, yang membuka secara resmi pasar murah tersebut mengatakan, Pasar Murah Ramadan bukan sekedar rutinitas yang selalu diulang dari tahun ke tahun.

"Tetapi, diharapkan menjadi langkah untuk menghadirkan Ramadan yang lebih baik bagi masyarakat," ucap Syahrul.

Dia mengatakan, setiap tahun pasar murah selalu dilakukan dan memang terbukti tidak pernah terjadi lonjakan inflasi saat Idul Fitri. Hal ini karena TPID bekerja dengan baik.

Menurutnya, penyelenggaraan pasar murah tersebut juga untuk menginformasikan bahwa Sulsel memiliki stok yang cukup untuk sembako dengan 22 variabelnya. Bahkan, pada 11 Juli nanti, Sulsel juga akan mengirim kebutuhan pokok ke lima provinsi lain, termasuk DKI Jakarta.

"Saat ini, inflasi Sulsel dalam kondisi normal. Kalau inflasinya dibawah 1% itu luar biasa, kita di Sulsel 0,35%. Kita berharap, rerata inflasi dalam satu tahun sekitar 4%, sementara nasional sudah di rerata 7,8%," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar murah Inflasi Sulsel
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top