Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Dermaga TNI AL di Balikpapan Belum Masuk RTRW

Pembangunan dermaga TNI Angkatan Laut Balikpapan belum dapat dilakukan tahun ini lantaran belum masuknya rencana pembangunan dermaga dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan.
Nadya Kurnia
Nadya Kurnia - Bisnis.com 22 Juni 2015  |  20:36 WIB
Pembangunan Dermaga TNI AL di Balikpapan Belum Masuk RTRW
Pembangunan dermaga TNI Angkatan Laut Balikpapan belum dapat dilakukan tahun ini lantaran belum masuknya rencana pembangunan dermaga dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan. - JIBI
Bagikan
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pembangunan dermaga TNI Angkatan Laut Balikpapan belum dapat dilakukan tahun ini lantaran belum masuknya rencana pembangunan dermaga dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan.
“Pemkot mengkonsultasikan pembangunan dermaga TNI AL ini ke Kemenhub, ternyata jawaban dari kementerian adalah pembangunan ini harus masuk ke RTRW dan Rencana Induk Pelabuhan [RIP],” tutur Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesra Setdakot Balikpapan Sri Soetantinah, Senin (22/6/2015).
Dia mengatakan setelah rencana pembangunan dermaga masuk dalam RTRW dan RIP, barulah secara legal pembangunannya bisa ditindak lanjuti. “Kami harus sampaikan rencana pembangunan dermaga ini, karena kami alokasikan anggaran Rp25 miliar untuk dana hibah pembangunannya, jadi jangan sampai salah langkah,” lanjutnya.
Namun, dia tak dapat memastikan kapan revisi atas RTRW yang sudah dibuat dapat dilakukan, mengingat RTRW yang kini berlaku baru saja disahkan pada 2013 silam. “Saya belum kaji lagi aturan mengenai kapan revisi RTRW dapat dilakukan setelah dibuat dan disahkan. Periode RTRW yang sekarang  kan 2012-2032, jadi baru berlaku tiga tahun,” sambungnya.
Sebelumnya, Pangkalan TNI AL Balikpapan berencana membangun dermaga yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Semayang. Pembangunan tersebut bertujuan agar TNI AL tak perlu lagi menggunakan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan operasional.
Pembangunan dermaga ini diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp180 miliar lebih. Rencananya dermaga itu akan dibangun seluas 75 x 150 meter dengan desain docking dua sisi yang dapat disandari oleh enam unit kapal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rtrw tni al
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top