Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelombang Panas Tewaskan 120 Orang di Pakistan

Sedikitnya 120 orang meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda Provinsi Sindh di bagian selatan Pakistan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Juni 2015  |  09:32 WIB
Gelombang Panas Tewaskan 120 Orang di Pakistan
Sejumlah korban meninggal akibat gelombang panas di Pakistan - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA-- Sedikitnya 120 orang meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda Provinsi Sindh di bagian selatan Pakistan.

Pejabat Kementerian Kesehatan setempat mengatakan sebagian besar korban terdapat di Karachi. Kota itu mengalami cuaca hingga 45 derajat celsius dalam beberapa hari terakhir.

Karachi juga mengalami pemutusan pasokan listrik lantaran tingginya penggunaan listrik di tengah cuaca ekstrem itu.

Kepala unit darurat di Rumah Sakit Jinnah di Karachi mengatakan kebanyakan korban meninggal merupakan kaum lanjut usia.

“Pasien korban gelombang panas dibawa ke rumah sakit dengan kondisi demam tinggi, tidak sadar diri, dehidrasi, dan kejang-kejang,” kata Semee Jamali, seorang dokter rumah sakit tersebut.

Menurut badan meteorologi Pakistan, cuaca sangat panas dan lembap akan berlanjut pada hari ini sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Senin (22/06/2015). Namun, cuaca diperkirakan membaik besok Selasa (23/06/2015).

Suhu tertinggi yang pernah melanda Karachi ialah 47 derajat celsius, yang terjadi pada 1979.

Gelombang panas di Pakistan sama persis dengan yang terjadi di India, bulan lalu. Kala itu, hampir 1.700 orang meninggal akibat terpapar suhu udara yang mencapai 48 derajat celsius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pakistan gelombang panas

Sumber : bbc.co.uk

Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top