PENYELUNDUPAN MANUSIA: Kapal Eropa Selamatkan Hampir 2.000 Migran dari Tengah Laut

Hampir 2.000 migran telah diselamatkan di perairan Libya oleh operasi besar kapal Eropa yang dikoordinasikan oleh penjaga patani Italia, demikian laporan media lokal, Sabtu malam (6/6/2015).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Juni 2015  |  08:40 WIB
PENYELUNDUPAN MANUSIA: Kapal Eropa Selamatkan Hampir 2.000 Migran dari Tengah Laut
Ilustrasi: Anak-anak migran nampak sedang mandi di penampungan sementara di kamp Mee Tike, dekat perbatasan Bangladesh. Para migran ini ditemukan terapung apung dalam perahu di lautan lepas. - Reuters/Soe Zeya Tun

Kabar24.com, ROMA --Sebuah operasi besar penyelamatan migran yang diduga diselundupkan dilakukan di Eropa.

Hampir 2.000 migran telah diselamatkan di perairan Libya oleh operasi besar kapal Eropa yang dikoordinasikan oleh penjaga patani Italia, demikian laporan media lokal, Sabtu malam (6/6/2015).

Semua migran tersebut berusaha mencapai pantai Italia Selatan dengan naik 14 perahu, kata Carlotta Sami, Wanita Juru bicara Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR). Ia menambahkan sebanyak 3.000 migran mungkin menghadapi kesulitan di perairan lepas.

Kapal dari Inggris, Jerman dan Irlandia ikut dalam operasi pertolongan itu bersama dengan beberapa kapal penjaga pantai dan Angkatan Laut Italia, kata stasiun televisi Rai.

Rai juga menambahkan lebih dari 600 migran sedang dibawa ke Sisilia di Italia Selatan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Minggu (7/6) pagi.

"Semua perahu ini memiliki mesin yang sudah usang. Perahu itu mungkin takkan pernah bisa mencapai pantai Italia," kata seorang petugas pertolongan, Salvatore Caltagirone, kepada Rai.

"Kami perlu mengumpulkan lebih banyak keterangan intelijen, kami perlu mengetahui siapa yang melakukan penyelundupan ini, dan kami perlu kembali serta menghancurkan gerombolan yang terlibat," kata Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon sebagaimana dikutip kantor berita ANSA.

Ketika berbicara dari salah satu kapal yang ikut dalam operasi pertolongan, Fallon memperingatkan Eropa perlu bersatu dan mulai menangani masalah itu.

"Dalam waktu dekat, kami memerlukan kapal dari Angkatan Laut lain Eropa untuk datang dan membantu di sini," katanya.

Misi penyelamatan pada Sabtu adalah yang paling akhir dalam krisis migran yang terus berlangsung dan telah menyaksikan sangat banyak migran berusaha melakukan perjalanan berbahaya menyeberangi Laut Tengah.

Banyak di antara mereka menyelamatkan diri dari negara yang dilanda kemiskinan seperti Suriah, Somalia, Eritrea, dan Nigeria.

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) belum lama ini telah memperkirakan sedikitnya 1.826 migran telah kehilangan nyawa mereka di laut sepanjang tahun ini.

Kementerian Dalam Negeri Italia telah menyatakan sebanyak 200.000 migran mungkinan mendarat di Italia sepanjang 2015, jauh di atas jumlah migran yang datang tahun lalu, 170.000.

Kondisi tersebut akan menambah parah kondisi darurat di pusat pengungsi yang sudah dipenuhi pendatang di negeri itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyelundupan manusia, human trafficking

Sumber : Antara/Xinhua-OANA

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top