IPW: Polri Bakal Pensiunkan 38 Perwira

Indonesia Police Watch menyatakan dalam enam bulan ke depan Kepolisian RI akan mempensiunkan 38 perwiranya, mulai dari jenderal bintang empat hingga kombes.
Dika Irawan | 02 Juni 2015 15:13 WIB

Kabar24.com, JAKARTA -- Indonesia Police Watch menyatakan dalam enam bulan ke depan Kepolisian RI akan mempensiunkan 38 perwiranya, mulai dari jenderal bintang empat hingga kombes.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan dengan begitu dalam waktu dekat ini Polri juga akan melakukan mutasi besar.

Posisi yang akan dimutasi, kata Neta, antara lain posisi-posisi strategis seperti Asisten SDM, Kadiv Propam, dan sejumlah kapolda.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/2015), IPW menilai mutasi besar ini terlambat dilakukan akibat adanya tarik menarik di internal Polri.

Masing-masing elit ingin menampilkan kader terbaiknya, terutama untuk posisi Asisten SDM, Propam, Kapolda Papua, Kapolda Jabar, Kapolda Metro dan lainnya.

Akibatnya, meski sudah ada perwira yang pensiun, mutasi belum juga dilakukan.

Menurut Neta, mutasi kali ini dilakukan karena dua hal. Pertama, banyaknya perwira yang akan pensiun hingga enam bulan ke depan, yaitu Akpol 80 hingga Akpol 85.  

Di Akpol 80, ada dua perwira yang pensiun. Akpol 81 mencapai 15 perwira, termasuk mantan Kapolri Jenderal Sutarman yang akan pensiun September mendatang.

Sementara di Akpol 82 ada 10 yang pensiun. Akpol 83 ada sembilan, Akpol 84 ada satu, dan Akpol 85 satu perwira yang pensiun.

IPW melihat, tarik menarik dalam mutasi kali ini terjadi antara Akpol 82 dengan Akpol 83 dan Akpol 84.

Dari Akpol 82, rekan satu angkatan Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti, ada empat nama yang bakal dimunculkan memegang jabatan strategis, yakni Irjen Pol. Ngadino, Irjen Pol. Sabar Rahardjo yang pernah dicopot sebagai Kapolda DIY karena kasus Cebongan, Irjen Happy Kartika, dan Irjen Budi Winarso.

Yang menarik dari mutasi kali ini, menurut Neta adalah bakal bergesernya perwira Akpol 86 dan Akpol 87 ke posisi strategis.

IPW berharap, mutasi kali ini diwarnai dengan semangat reformasi mental dan mengedepankan profesionalisme kepolisian dan bukan hanya karena faktor pertemanan satu angkatan.

Sehingga proses perubahan Polri bisa segera digulirkan secara cepat dan masyarakat bisa merasakan hadirnya polisi sipil yang profesional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, ipw

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top