Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK: Hakim Haswandi Khilaf

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai bahwa putusan hakim tunggal praperadilan Haswandi yang mengabulkan permohonan gugatan praperadilan mantan Dirjen Pajak tahun 2001-2006 Hadi Poernomo atas penetapan dirinya sebagai tersangka merupakan sebuah kekhilafan
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Mei 2015  |  12:39 WIB
Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo saat menjalani sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015). - Antara/Hafidz Mubarak A
Mantan Dirjen Pajak Hadi Poernomo saat menjalani sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015). - Antara/Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, JAKARTA-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai bahwa putusan hakim tunggal praperadilan Haswandi yang mengabulkan permohonan gugatan praperadilan mantan Dirjen Pajak tahun 2001-2006 Hadi Poernomo atas penetapan dirinya sebagai tersangka merupakan sebuah kekhilafan.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (27/5/2015).

"Putusannya (Hakim Haswandi) mengandung beberapa kekhilafan hakim," tuturnya.

Pasalnya, dalam sidang praperadilan Hadi kemarin (26/5), hakim Haswandi memerintahkan KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap Hadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi keberatan pajak PT Bank Central Asia (BCA) melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

"Padahal jelas undang-undang KPK tidak memperkenankan KPK menerbitkan surat penghentian penyidikan," katanya.

Kendati demikian, menurut Indriyanto pihaknya tetap akan menghormati putusan hakim Haswandi, meskipun hakim Haswandi telah mengabulkan permohonan gugatan praperadilan terhadap Hadi Poernomo.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hadi poernomo praperadilan tersangka korupsi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top