Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONFLIK LAHAN: Polri Bantah Pengusiran Paksa Suku Anak Dalam di Jambi

Mabes Polri membantah adanya pengusiran paksa yang dilakukan aparat kepolisian setempat terhadap warga suku anak dalam di Desa Bungku, Dusun Johor Baru, Jambi terkait konflik lahan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 Mei 2015  |  07:54 WIB
KONFLIK LAHAN: Polri Bantah Pengusiran Paksa Suku Anak Dalam di Jambi
Polisi mengaku hanya mengamankan konflik agraria - Bisnis/Istimewa
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Mabes Polri membantah adanya pengusiran paksa yang dilakukan aparat kepolisian setempat terhadap warga suku anak dalam di Desa Bungku, Dusun Johor Baru, Jambi terkait konflik lahan.

"Info yang saya dapat tidak ada pengusiran paksa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Agus Rianto kepada Bisnis.com, Senin (11/5/2015) malam.

 Dia mengemukakan warga suku anak dalam sudah diberikan waktu dan mekanisme yang dapat ditempuh dalam penyelesaian lahan tersebut. Kemudian, saat meninggalkan tempat, tidak ada upaya paksar dari pihak kepolisian. "Tak ada pengusiran tapi kesepakatan," katanya.

Sebelumnya, dilaporkan sekitar 500 lebih personel gabungan kepolisan daerah Jambi diduga mengusir paksa  warga Suku Anak Dalam di Desa Bungku, Dusun Johor Baru, Jambi pada Sabtu (9/5/2015).

Pengusiran dilakukan oleh aparat Brimob bersenjata lengkap, Polres Batanghari, dan Polsek Bajubang dengan dukungan puluhan TNI, Satpol PP serta aparat keamanan perusahaan.

Salah satu pemimpin Suku Anak Dalam, Abun Yani mengatakan pengusiran itu dilakukan pada 9 Mei pukul 13.00-17.00.

"Mereka tidak diperkenankan berdialog ketika aparat kepolisian meminta mereka meninggalkan lokasi tersebut".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Anak Dalam
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top