Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peternak Sapi di Sumsel Terjerat Tiga Masalah Utama Ini

Peternakan sapi di Sumatra Selatan dinilai masih tersandung berbagai masalah sehingga memengaruhi produksi serta tingkat kesejahteraan para peternak di provinsi itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 07 Mei 2015  |  17:14 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara
Bisnis.com, PALEMBANG – Peternakan sapi di Sumatra Selatan dinilai masih tersandung berbagai masalah sehingga memengaruhi produksi serta tingkat kesejahteraan para peternak di provinsi itu.
Pengusaha ternak di Sumsel, Ade Gita Pramadianta, mengatakan masalah utama peternakan di Sumsel menyangkut metode budidaya yang masih tradisional.
“Selain itu masih dominannya peran blantik (pengepul sapi) terhadap pembentukan harga yang membuat  rendahnya posisi tawar para peternak,” katanya, Kamis (7/5/2015).
Dia menambahkan masalah lainnya terkait maraknya pemotongan sapi betina produktif oleh para peternak.
Menurut Ade, timbulnya masalah—masalah tersebut disebabkan karena tidak sejahteranya para peternak kecil.
“Mereka seringkali terpaksa menjual sapi mereka,termasuk betina produktif, dengan harga murah karena terhimpit kebutuhan hidup,” ujarnya.
Dia melanjutkan, rendahnya harga jual di tingkat peternak tersebut, membuat peternak malas untuk menerapkan perlakuan lebih terhadap ternaknya selain juga karena kurangnya pengetahuan.
Saat ini angka konsumsi rata-rata masyarakat Sumsel terhadap daging sapi sebesar 2,6 kg per kapita per tahun  atau 20.431 ton per tahun.
Angka tersebut diprediksi meningkat sebanyak 6,71% sehingga konsumsi daging sapi masyarakat Sumsel bisa mencapai 21.801 ton pada tahun ini.
 
Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternak sapi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top