Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investasi Sulut, Sektor Pertambangan dan Perkebunan Jadi Andalan

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Utara akan mengandalkan sektor pertambangan dan perkebunan pada tahun ini untuk mencapai target investasi sebesar Rp1,7 triliun.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 14 April 2015  |  14:35 WIB
Besarnya nilai investasi itu maka perusahaan menggandeng PT East Indonesia Steel (EIS) dan PT Abang Modal (AM) yang akan menghasilkan 5,7 juta ton iron  ore dan 3 juta ton  baja.  - Bisnis.com
Besarnya nilai investasi itu maka perusahaan menggandeng PT East Indonesia Steel (EIS) dan PT Abang Modal (AM) yang akan menghasilkan 5,7 juta ton iron ore dan 3 juta ton baja. - Bisnis.com

Kabar24.com, MANADO - Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Utara akan mengandalkan sektor pertambangan dan perkebunan pada tahun ini untuk mencapai target investasi sebesar Rp1,7 triliun.

Kepala BKPMD Sulut Jammy Kuhu mengatakan sektor industri dari minyak kelapa memberikan kontribusi besar dalam pencapaian investasi pada 2014.

"Namun, pada tahun ini harapannya sektor pertambangan dan perkebunan memberikan kontribusi yang besar," katanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulut, Selasa (14/4).

Hanya saja, lanjutnya, sejumlah investor menghadapi hambatan klasik di wilayah Indonesia Timur, yakni ketersediaan infrastruktur dan kelistrikan.

Dia mencontohkan misalnya di sektor pertambangan, investor harus membangun pembangkit listrik sendiri dan infrastruktur penunjang seperti pelabuhan.

Khusus di sektor pertambangan, Bisnis.com mencatat PT Mikgro Metal Perdana (MMP) yang beroperasi di Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara mengungkapkan eksploitasi pasir besi memerlukan investasi senilai US$96,05 juta.

Namun, khusus untuk pabrik baja memerlukan investasi sebesar US$930 juta, investasi pelabuhan senilai US$168,5 juta dan pembangunan tujuh pembangkit listrik tenaga air (PLTA) senilai US$682,5 juta.

Besarnya nilai investasi itu maka perusahaan menggandeng PT East Indonesia Steel (EIS) dan PT Abang Modal (AM) yang akan menghasilkan 5,7 juta ton iron  ore dan 3 juta ton  baja.

Selain itu, perusahaan konsorsium itu juga membangun PLTA dengan kapasitas195 megawatt dan pelabuhan berkapasitas 30 juta ton.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto pada pekan lalu mengungkapkan pihaknya berharap investasi yang dimulai sejak 2012 tersebut  bisa memperkuat industri baja nasional dan memperkuat perekonomian bagian timur Indonesia.[]


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pertambangan ekonomi sulut
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top