Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tidak Kooperatif, Jero Wacik Akan Dipanggil Paksa KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi menilai bahwa mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, tidak kooperatif terhadap panggilan tim penyidik KPK yang memanggilnya untuk diperiksa sebagai tersangka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 April 2015  |  14:26 WIB
Jero Wacik - Antara
Jero Wacik - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Komisi Pemberantasan Korupsi menilai bahwa mantan Menteri Kebudayaan dan Pari‎wisata Jero Wacik, tidak kooperatif terhadap panggilan tim penyidik KPK yang memanggilnya untuk diperiksa sebagai tersangka.

Pasalnya, menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Jero Wacik telah sering mangkir dari panggilan tim penyidik KPK. Menurut Priharsa, Jero berdalih masih menunggu putusan sidang praperadilan yang diajukannya beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jero Wacik telah ditetapkan sebagai tersangka untuk dua kasus korupsi, yakni kasus penyalahgunaan wewenang pada saat menjabat sebagai Menbudpar dan pemerasan pada saat menjadi Menteri ESDM.

"JW (Jero Wacik) di (perkara) Kemenbudpar tidak koperatif, di ESDM juga tidak," tutur Priharsa saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Priharsa menjelaskan, sikap tidak kooperatif yang telah ditunjukkan Jero Wacik dengan tidak pernah memenuhi panggilan tim penyidik KPK, dapat menjadi alasan KPK untuk memanggil paksa Jero Wacik jika pada panggilan berikutnya juga mangkir.

"Penyidik bisa melihat ini sebagai tidak kooperatif. Jadi bisa dipanggil paksa," tukas Priharsa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jero wacik korupsi ESDM
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top