Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Anggota DPR Adu Jotos, Sanksi Menanti!

Dua anggota Komisi VII DPR terlibat adu jotos di sela-sela rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Fauzul Muna & Ashari Purwo
Fauzul Muna & Ashari Purwo - Bisnis.com 08 April 2015  |  20:43 WIB
Dua anggota Komisi VII DPR terlibat adu jotos di sela-sela rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). - Ilustrasi
Dua anggota Komisi VII DPR terlibat adu jotos di sela-sela rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). - Ilustrasi
Bisnis.com, JAKARTA - Dua anggota Komisi VII DPR terlibat adu jotos di sela-sela rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dua anggota tersebut yakni Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat dan Mustofa Assegaf dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti penyebab perkelahian.
Adu jotos terjadi di lorong belakang ruang rapat Komisi VII. Lorong tersebut berada di antara kamar mandi dan ruang fotokopi. Lorong itu juga menghubungkan ruang rapat Komisi VII dengan ruang Sekretariat Komisi VII.
Beberapa waktu setelah perkelahian, mobil ambulance terlihat datang ke Gedung Nusantara I tempat Komisi VII berada. Tenaga medis masuk ke ruang sekretariat untuk merawat Mulyadi.
Hingga berita ini diturunkan, Mulyadi masih berada di ruang Sekretariat Komisi VII. Berdasarkan keterangan tenaga medis, Mulyadi menderita luka di pelipis kiri dan di pipi kanan. Kacamata Mulyadi juga pecah.
Atas peristiwa itu, DPR dan internal partai menyiapkan sanksi untuk legislator dari PPP dan dari Partai Demokrat itu.
 
Arsul Sani, Sekretatis Jenderal PPP sekaligus Anggota Komisi Hukum DPR, mengatakan perkelahian, apalagi dengan sesama anggota dewan tidak bisa ditoleransi. “PPP jelas akan memberikan sanksi tegas kepada Mustofa Assegaf,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (8/4/2015).
 
Selain itu, keduanya juga terancam terkena sanksi yang dijatuhkan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). “Apapun dan siapapun penyebab perkelahian, sesuai dengan hukum tidak dibenarkan karena itu hubungan sebab akibat,” katanya.
 
Untuk ranah pidana, paparnya, mungkin keduanya bisa menyelesaikan dengan saling meminta maaf. “Tapi di internal partai dan DPR, mereka akan terkena sanksi sebagai pertanggungjawaban ulah mereka.”
 
Terlepas dari penyebab kejadian yang mengakibatkan pelipis Muljadi berdarah itu, Arsul mengungkap bahwa keduanya memang sama-sama termpramental. “Karakter keduanya memang mudah naik darah.”
 
Adapun dari Partai Demokrat, juru bicara partai Didi Irawadi belum bisa menjelaskan secara rinci tindakan partai untuk kelakuan Muljadi. “Kami akan meminta keterangan dari Muljadi. Jika ternyata Muljadi hanya membela diri, kami akan bela Muljadi,” katanya.
 
Namun jika kesalahan harus ditanggung renteng, paparnya, Partai Demokrat akan menindak tegas sebagai konsekuensi tindakan memalukan itu. “Intinya, kami akan pelajari dulu. Saya belum tahu persisnya."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DPR adu jotos
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top