Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

172 Negara & 1.200 Landmark Dukung Earth Hour 2015

Gerakan partisipasi masyarakat melawan perubahan iklim atau yang lebih dikenal dengan earth hour pada 2015 memecahkan rekor peserta.n
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 28 Maret 2015  |  13:40 WIB
172 Negara & 1.200 Landmark Dukung Earth Hour 2015
Ilustrasi
Kabar24.com, JAKARTA -- Gerakan partisipasi masyarakat melawan perubahan iklim atau yang lebih dikenal dengan earth hour pada 2015 memecahkan rekor peserta.
 
Tercatat 172 negara menyatakan komitmen untuk mematikan lampu sebagai simbol kepedulian.
 
Lebih dari 1.200 landmark seperti Menara Eiffel di Paris dan Jembatan Golden Gate di San Francisco juga akan mematikan lampu mereka.
 
40 Situs Warisan Dunia UNESCO termasuk Acropolis di Athena dan Edinburgh Castle di Skotlandia juga menyatakan dukungan untuk kampanye Earth Hour dengan mematikan listrik penerang mereka.
 
"Earth Hour terus memecahkan rekor partisipasi global, pendukung kami terus mencapai ketinggian baru untuk energi dan kreativitas dalam menggunakan kekuasaan mereka untuk membuat perbedaan," tutur Sudhanshu Sarronwala, Ketua Dewan Direksi Earth Hour global dalam pernyataan resminya seperti yang dikutip Sabtu, (28/3/2015).
 
Menurutnya setiap lampu yang dimatikan, setiap tanda tangan yang dikumpulkan dan setiap proyek yang didanai, memberi harapan baru bahwa bersama-sama dapat melawan perubahan iklim.
 
Program ini dilaksanakan pada 28 Maret, pada pukul 20.30 malam waktu setempat.
 
Dalam beberapa bulan terakhir, para pendukung Earth Hour juga telah mendorong untuk membantu membangun ketahanan iklim masyarakat di India, Indonesia, Kolombia dan Portugal.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hemat energi earth hour
Editor : Rustam Agus

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top