Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yusril: Yasonna Mau Lempar Tanggung Jawab

Kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra menilai Menteri Hukum dan HAM tidak mengerti tugasnya atau sengaja ingin melemparkan permasalahan ini kepada Presiden.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Maret 2015  |  15:54 WIB
Menkumham Yasonna Laoly
Menkumham Yasonna Laoly

Bisnis.com, JAKARTA-- Kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra menilai Menteri Hukum dan HAM tidak mengerti tugasnya atau sengaja ingin melemparkan permasalahan ini kepada Presiden.

Yusril mengaku bingung pada pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan menerbitkan Peraturan Presiden untuk mengesahkan kepengurusan Golkar pimpinan Agung Laksono. Menurutnya, Yasonna tidak mengerti tugasnya atau sengaja ingin melemparkan permasalahan ini kepada Presiden.

"Entah apa dasar hukum yang digunakan Menkumham untuk mengatakan bahwa pengesahan kepengurusan parpol menggunakan Perpres. Saya heran dengan omongan itu," tulisnya dalam akun Twitter @Yusrilihza_mhd, Rabu (18/3/2015).

Dalam Undang-undang nomor 2/2011 tentang Partai Politik, ujarnya, pendaftaran dan pengesahan kepengurusan partai politik hanya dilakukan oleh Kemenkumham. Dengan demikian pengesahan itu tidak sampai ke tingkat Presiden.

Dengan alasan itu, Yusril menyatakan tidak yakin jika Presiden Jokowi akan menerbitkan Perpres pengesahan kepengurusan partai politik.

 "Karena Perpres berisi norma yang bersifat mengatur. Perpres mustahil berisi penetapan, apalagi penetapan pengesahan pengurus parpol," kicaunya dalam akun jejaring sosial tersebut.

Lebih lanjut, Yusril menilai Yasonna tidak paham tugas Menkumham yang berwenang menetapkan kepengurusan partai politik. Dengan kewenangannya, Menkumham dapat menerbitkan keputusan menteri tentang pencatatan pengurus partai politik.

"Menkumham Yasonna tidak paham tugasnya atau mau lempar tanggung jawab pada Presiden? Kita tunggu saja, akankah Jokowi menendang bola yang dioper Yasonna," ujar mantan Menkumham tersebut.

Yasonna sebelumnya mengatakan telah melaporkan keputusan mengenai penyelesaian perselisihan kepengurusan di internal Golkar kepada Presiden. Keputusan mengakui kubu Agung Laksono, menurutnya merupakan kelanjutan dari putusan Mahkamah Partai Golkar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yusril ihza mahendra golkar pecah yasonna laoly
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top