PEMBUNUHAN PETANI DI JAMBI: APP Dukung Pembentukan Tim Pencari Fakta

Asia Pulp & Paper (APP) menyesalkan insiden pembunuhan terhadap petani yang terjadi di Lubuk Mandarsah, Jambi, pada 28 Februari lalu.
Herdiyan | 17 Maret 2015 17:42 WIB
Ilustrasi pembunuhan - express.co.uk

Kabar24.com, JAKARTA—Asia Pulp & Paper (APP) menyesalkan insiden pembunuhan terhadap petani yang terjadi di Lubuk Mandarsah, Jambi, pada 28 Februari lalu.

Hal ini disampaikan APP saat memberikan laporan resmi ke kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (16/3/2015).

Aida Greenbury, Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement APP, menuturkan kunjungan ini merupakan niat baik APP dalam menyikapi insiden yang terjadi di area salah satu pemasok kayu APP itu.

“Insiden di Jambi ini merupakan suatu tindakan kriminal yang harus diusut secara tuntas. Kedatangan kami hari ini untuk menyampaikan apa yang terjadi di lapangan, langkah-langkah yang telah diambil oleh perusahaan, dan untuk membuka diri kepada Komnas HAM untuk proses selanjutnya,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Sebagai tindak lanjut insiden tersebut, Komnas HAM mengusulkan pembentukan tim pencari fakta independen. “Kami menyambut baik usulan pembentukan tim independen dalam pencarian fakta insiden yang terjadi,” lanjut Aida.

Sebelumnya, manajemen APP menerima informasi atas terjadinya insiden tragis tersebut pada 28 Februari 2015.

Segera setelah itu, APP memberhentikan petugas keamanan beserta jajaran terkait serta menghentikan operasi pemasoknya di area sekitar konflik.

Selain itu, pihaknya mengambil langkah tegas untuk mengakhiri hubungan kerja dengan perusahaan keamanan (pihak ketiga) yang dikontrak.

Tag : app, pembunuhan, komnas ham
Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top