Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhirnya, Indonesia Keluarkan Travel Warning ke Yaman

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan "travel warning" atau peringatan bepergian ke Yaman bagi warga negara Indonesia akibat situasi politik dan keamanan yang kurang kondusif di negara tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Februari 2015  |  15:44 WIB
Akhirnya, Indonesia Keluarkan Travel Warning ke Yaman
Situasi politik yang kian memanas di Yaman membuat Indonesia mengeluarkan travel warning. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri mengeluarkan travel warning atau peringatan bepergian ke Yaman bagi warga negara Indonesia akibat situasi politik dan keamanan yang kurang kondusif di negara tersebut.

"Pemerintah sudah mengeluarkan travel warning untuk WNI agar tidak bepergian ke Yaman. Bagi WNI yang mau ke sana kami imbau untuk sementara ditunda," kata Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, seperti dikutip dari Antara, Rabu (18/2/2015).

Menurutnya, sejak September 2014, situasi politik dan keamanan di Yaman kurang kondusif, dan sebanyak 12 kantor perwakilan asing di Yaman sudah ditutup oleh masing-masing negara.

"Keadaan makin mengkhawatirkan di sana karena pemeritah resmi tidak pegang kendali lagi di Yaman. Kemenlu terus berkomunikasi dengan KBRI di Sana'ah. Selama ini yang disampaikan KBRI bahwa keadaan di sana sudah makin tidak menentu," ujarnya.

Arrmanatha menyebutkan bahwa KBRI di Sana'ah sudah mengeluarkan peringatan bagi WNI di Yaman untuk selalu berhati-hati.

"Apabila keadaan di daerah tempat mereka tinggal tidak amam, harus segera ke shelter (tempat perlindungan) yang sudah disediakan," katanya.

Dia menambahkan terkait situasi yang tidak kondusif di negara itu, pemerintah Indonesia memutuskan untuk mulai mengambil langkah evakuasi WNI yang berada di Yaman.

Jubir Kemlu itu menyebutkan ada sekitar 4.000 WNI berada di Yaman, dan 100 di antaranya berada di Sana'ah, yakni ibukota Yaman yang paling terkena dampak situasi politik di sana.

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi sudah memberi instruksi kepada KBRI di Sana'ah untuk mengumumkan rencana evakuasi itu kepada WNI di Yaman.

"Artinya, pemerintah sudah canangkan untuk evakuasi WNI jika situasi memburuk. Bagi WNI di Yaman yang merasa sudah tidak aman dan nyaman diminta segera mendaftarkan diri ke KBRI untuk evakuasi," kata Koordinator Satgas Pemulangan WNI dari Yaman Gatot Abdullah Mansyur.

Menurutnya, setidaknya sudah ada dua langkah awal yang telah disiapkan dalam rencana evakuasi itu.

Pertama, KBRI sudah mulai mengidentifikasi dan membentuk beberapa safe house (tempat perlindungan) bagi para WNI di Yaman, seperti Wisma Duta, Kantor KBRI, dan Kantor Sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).

Kedua, KBRI di Sana'ah sudah memulai mempetakan rute-rute yang aman untuk dilalui dan moda transportasi yang aman untuk digunakan dalam proses pemulangan ke Indonesia.

"Yang paling ideal memang sepetinya memakai pesawat, dengan penerbangan Sanaah-Jakarta, dan itu sifatnya one way ticket (penerbangan sekali jalan) ke Indonesia," ungkap Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian luar negeri yaman

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top