Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Mahasiswi UIN Bandung Pose Bugil Momentum Perbaikan Sistem Pendidikan

Kalangan pengamat pendidikan menyayangkan mencuatnya kasus beredarnya foto setengah bugil di media sosial yang diperankan oleh seorang oknum mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Jawa Barat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Februari 2015  |  13:39 WIB
Kasus Mahasiswi UIN Bandung Pose Bugil Momentum Perbaikan Sistem Pendidikan
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Kalangan pengamat pendidikan menyayangkan mencuatnya kasus beredarnya foto setengah bugil di media sosial yang diperankan oleh seorang oknum mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Jawa Barat.

Menurut Dedi Mulyasana, pengamat pendidikan Jawa Barat, kasus yang melibatkan RA, oknum mahasiswi UIN SGD Bandung itu tidak sepantasnya terjadi, apalagi mengingat institusi pendidikan itu dibawah pembinaan Kementerian Agama.

Dia menilai kejadian seperti itu sebagai akibat dari sebuah sistem pendidikan yang tidak benar. "Yang terjadi di Indonesia bukan proses pendidikan, melainkan pengajaran ilmu pengetahuan dengan berjuta konsep dan teori," katanya kepada Bisnis.com, Sabtu (14/2/2015).

Sistem pendidikan sekarang mengedepankan ujian sebagai puncak proses yang dilalu dan puncak prestasi saat siswa mampu menjawab soal-soal dari dosen dengan baik.  Hal tersebut memperlemah tujuan pendidikan.

"Sebaliknya aspek keimanan dan nurani kurang mendapatkan porsi yang harusnya dikembangkan, sebagai salah satu unsur kognitif. Karenanya, yang keluar bukan profesional, sekadar pelajar yang mendapatkan ijazah," ujarnya.

Dia menunjuk kenyataan dalam kasus oknum mahasiswi UIN ini, meskipun basis keilmuannya agama, tapi kenyataannya sang pelajar hanya mendapatkan transfer ilmu pengetahuan soal keagamaan, bukan menjadikan karakter yang baik.

"Mahasiswi itu tahu karakter yang benar dan jelek, tapi tidak tahu cara menghadapi suap menyuap, bagaimana menghadapi yang bukan muhrim".

Dedi menyarankan perubahan sistem pendidikan yang saat ini hanya mengedepankan keunggulan administratif.

Dia juga berpandangan RA yang terkena kasus tersebut harus segera mendapat pembinaan karena bisa jadi sedang menghadapi masalah psikologis.

(Afif Permana/JIBI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uin bandung
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top