Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASPIRASI ANDA: Konflik KPK-Polri, Bedakan Kepentingan Individu dan Kelembagaan

Kita sangat menyayangkan kenapa perseteruan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu kembali terjadi. Elite Polri dan KPK sampai saat ini sepertinya belum bisa membedakan antara kepentingan individu dan kelembagaan.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  11:07 WIB
Wakil Ketua KPK Bambang Wijdojanto melambaikan tangan seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (24/1/2015). - Antara/M Agung Rajasa
Wakil Ketua KPK Bambang Wijdojanto melambaikan tangan seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (24/1/2015). - Antara/M Agung Rajasa

Pada 23 Januari 2015, sekitar pukul 07.30 WIB, di Depok, Jawa Barat, Bareskrim Polri menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto setelah ditetapkan sebagai tersangka. Bambang langsung dibawa ke Bareskrim Polri dan diperiksa sebagai tersangka.

Kasus yang menjerat Bambang terkait sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu, Bambang adalah pengacara yang berperkara di MK. Bambang dituduh menyuruh para saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 2010.

Penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Bambang Widjojanto mengundang dugaan kembali mencuatnya isu Cicak vs Buaya yang sempat berkembang beberapa tahun lalu. Bahkan, banyak kalangan menganggap bahwa penangkapan ini sebagai balas dendam atas penetapan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK.

Kita sangat menyayangkan kenapa perseteruan yang pernah terjadi beberapa tahun lalu kembali terjadi. Elite Polri dan KPK sampai saat ini sepertinya belum bisa membedakan antara kepentingan individu dan kelembagaan.

Jeratan hukum terhadap pribadi elite lembaga tersebut dianggap sebagai masalah institusi Polri atau KPK. Argumentasi hukum yang dibangun untuk menetapkan elite kedua lembaga tersebut hanya berdasarkan selera elite dan kepentingan politik. Sebagai masyarakat, kita semua tentu sangat prihatin melihat dua institusi negara yang seharusnya bekerja sama justru malah bersitegang.

Ada suasana yang tidak harmonis antara kedua institusi yang seharusnya bekerja sama.

Pengirim:
Ade Rachman
Perum Indraprasta, Bogor, Jawa Barat

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kisruh Calon Kapolri KPK vs Polri

Sumber : Bisnis Indonesia edisi 26/1/2015

Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top