Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gazprom Dituding Sabotase Moncrief Oil

Perusahaan minyak OAO Gazprom dituding melakukan sabotase usaha patungan serta melakukan pencurian rahasia dagang oleh perusahaan energi asal Texas, Moncrief Oil International Inc.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 12 Januari 2015  |  18:11 WIB
ilustrasi
ilustrasi

Kabar24.com, TEXAS--Perusahaan minyak OAO Gazprom dituding melakukan sabotase usaha patungan serta melakukan pencurian rahasia dagang oleh perusahaan energi asal Texas, Moncrief Oil International Inc.

Bloomberg melaporkan pada lamannya Senin (12/1) bahwa tudingan tersebut muncul setelah Gazprom mundur dari kesepakatan dengan Moncrief dalam mengembangkan ladang gas alam di Siberia. Atas hal tersebut Moncrief melayangkan gugatan terhadap Gazprom dan menuntut ganti rugi senilai US$1,37 miliar.

Moncrief, yang berbasis di Fort Worth, Texas, mengajukan gugatannya yang ketiga setelah gagal di dua gugatan sebelumnya. Perusahaan kalah di Pengadilan Jerman pada 2010. Sementara pada 2007 Pengadilan Federal Texas tidak menerima gugatan Moncrief.

"Para tergugat melanggar aturan yang merugikan usaha Moncrief," kata pengacara Moncrief Michael Anderson pada Hakim pada 8 Januari lalu. Tindakan tersebut dilakukan Gazprom dengan mencuri rahasia dagang perusahaannya.

"Ini bukan rahasia dagang," kata pengacara Gazprom, Van Beckwith kepada hakim. "Itu promosi dagang dan itu buruk bagi Gazprom."

Sementara itu, Gazprom yang berbasis di Moskow mengatakan bahwa Moncrief seharusnya melakukan gugatan di Rusia, bukan di AS. Terkait hal tersebut pengacara Moncrief mengatakan gugatan dilayangkan di AS karena Rusia merupakan negara yang tidak taat hukum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sengketa bisnis oao gazprom
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top