DIRUT PLN PECAT ANAK BUAH: Januwarsono Konfirmasi Dirinya Dipecat

General Manager (GM) PLN Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo (Suluttenggo) Santoso Januwarsono membenarkan dirinya dipecat.
DIRUT PLN PECAT ANAK BUAH: Januwarsono Konfirmasi Dirinya Dipecat Wiwiek Dwi Endah | 10 Januari 2015 16:48 WIB
DIRUT PLN PECAT ANAK BUAH: Januwarsono Konfirmasi Dirinya Dipecat
PT PLN - Ilustrasi

Kabar24.com, MAKASSAR-- General Manager (GM) PLN Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo (Suluttenggo) Santoso Januwarsono membenarkan dirinya dipecat.

Hal itu dikatakan Santoso Januwarsono kepada Bisnis saat dikonfirmasi kabar dirinya dipecat oleh Dirut PLN Sofyan Basir, Sabtu (10/1/2015). Meski membenarkan pemecatan dirinya, pria yang disapa Janu ini tidak mempersoalkannya. Pasalnya, sebagai bawahan dia harus siap ditugaskan dengan posisi apa saja.

Sebelumnya diberitakan Janu dipecat karena karena telah memaparkan kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo kepada Presiden Jokowi.

Namun, Dirut PLN Sofyan Basir mengatakan, dirinya tidak mermecat Janu. "Belum ada yang diberhentikan," katanya kepada Bisnis.

Sofyan menjelaskan, memindahkan tugas ke bagian lain beda dengan memecat. Adalah hak manajemen untuk memindahkan karyawan dan tidak ada yang perlu mengintervensi, katanya.

Menurut sumber Bisnis yang tak ingin identitasnya disebutkan, awalnya Janu diajak Gubernur Gorontalo Rusli Habibie untuk mendampinginya bertemu dengan Presiden Jokowi guna menyampaikan kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo.

Menurut sumber tersebut, Rusli resah dengan kondisi kelistrikan di wilayahnya yang selalu menjadi alasan investor enggan berinvestasi di Gorontalo.

"Layaknya, daya listrik di Suluttenggo harus mencapai 35.000 Megawatt, tetapi hingga kini jumlah itu belum tercapai akibat masih kurangnya infrastruktur, sehingga mengakibatkan listrik selalu mengalami pemadaman. Hal itu yang selalu dikeluhkan para investor dan membuat gubernur resah," kata sumber itu.

Dalam pertemuan antara Gubernur Gorontalo, GM PLN Suluttenggo dengan Jokowi yang berlangsung pada Jumat (9/1/2015), Janu kemudian memaparkan kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo.

Saat itu, Janu mengatakan bahwa Suluttenggo butuh gas untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), jika ingin memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di Suluttenggo yang ditaksir mencapai 35.000 Megawatt.

Saat itu juga, Jokowi langsung melakukan koordinasi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan kemudian Rini langsung mengonfirmasi hal tersebut kepada Dirut PLN Sofyan Basir.

Tak lama kemudian, atau tepatnya 4 jam usai bertemu Jokowi, Janu langsung dipanggil rapat oleh Sofyan Basir. Dalam rapat tersebut, Sofyan menganggap tindakan Janu yang bertemu langsung dengan Presiden Jokowi tidak etis, apalagi Janu juga menyampaikan langsung mengenai kondisi kelistrikan di wilayah Suluttenggo. (Kabar24.com)

BACA JUGA:

Dirut PLN Pecat Anak Buahnya Gara-gara Beberkan Persoalan Listrik ke Jokowi

3 Penyebab Orang Muda Kena Stroke

6 Tanda Pria Sakit Kanker

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dirut pln

Sumber : Bisnis.com

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top