Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Zona Euro, GREXIT Bisa Picu Krisis Finansial Global

Asosiasi Ekonom Amerika (American Economic Association/AEA) memperingatkan potensi bahaya dari rumor keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro (Grexit).
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 07 Januari 2015  |  03:30 WIB
Euro adalah sebuah bencana sejarah. - Bisnis.com
Euro adalah sebuah bencana sejarah. - Bisnis.com

Kabar24.com, BOSTON - Asosiasi Ekonom Amerika (American Economic Association/AEA) memperingatkan potensi bahaya dari rumor keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro (Grexit).

Grexit dinilai yang dapat memantik krisis finansial global yang skala kerusakannya lebih parah ketimbang krisis finansial 2008.

Profesor Ekonomi University of California at Berkeley Barry Eichengreen mengungkapkan keluarnya Athena dari area euro dapat merusak sistem perbankan Yunani dan pasar saham karena investor akan seketika menarik uangnya dari Yunani.

Dia memprediksi capital outflow tersebut akan direspons pemerintah sementara dengan beberapa langkah kendali kapital (capital control). Langkah ini, lanjutnya, justru memperluas sentimen negatif ke seluruh pasar Eropa, khususnya negara-negara di bagian selatan.

"Grexit akan membuat investor berspekulasi mengenai siapa lagi anggota area euro yang akan angkat kaki," ujarnya dalam annual meeting AEA di Boston, Selasa (6/1/2015).

Dalam jangka pendek, lanjutnya, Grexit akan menjadi badai finansial yang mengingatkan publik dunia pada krisis Lehman Brothers 2008. Karena potensi bahaya itulah, Eichengreen memperkirakan pucuk pimpinan negara-negara di kawasan akan berupaya mati-matian.

Raksasa ekonomi Eropa, ujarnya, akan mempertahankan kesatuan area euro melalui kompromi-kompromi yang diperlukan untuk membuat Yunani bertahan.

Meski ongkos untuk menjaga Yunani tetap berada di kawasan kurs tunggal akan kompleks dan mahal, ujarnya, dampak perpecahan zona euro akan jauh lebih berbahaya dan menyakitkan.

Guru Besar Ekonomi Harvard University dan Mantan Kepala Ekonom International Monetary Fund (IMF) Kenneth Rogoff secara tegas menyatakan bahwa negosiasi alot akan terjadi di antara Uni Eropa dan Yunani demi keberlangsungan euro.

"Euro adalah sebuah bencana sejarah," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

zona euro ekonomi dunia
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top