Kapal Oryong 501: Jumat, Menlu Dijadwalkan Terima 13 Jenazah Korban

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dijadwalkan menerima penyerahan 13 jenazah warga negara Indonesia yang menjadi korban tenggelamnya kapal Oryong 501 milik Korea Selatan di Selat Bering, Rusia.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 07 Januari 2015  |  22:27 WIB
Kapal Oryong 501: Jumat, Menlu Dijadwalkan Terima 13 Jenazah Korban
Kapal Oryong 501 - kbriseoul.kr

Kabar24.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno LP Mrsudi dijadwalkan akan menerima penyerahan 13 jenazah warga negara Indonesia yang menjadi korban tenggelamnya kapal Oryong 501 milik Korea Selatan di Selat Bering, Rusia.

Kepala Sub Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) June Kuncoro Hadiningrat mengatakan penyerahan 13 jenazah yang telah diidentifikasi tersebut akan dilaksanakan di terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (9/1/2015) pagi.

“Atas kerjasama dengan berbagai pihak baik KBRI Moskow maupun KBRI Seoul, proses identifikasi telah diselesaikan. Jenazah akan diserahkan langsung oleh Wadubes RI untuk Korsel,” ungkap June di Jakarta, Rabu (7/1).

Dia menjelaskan, selain pihak Kemlu RI yang salama ini memang intensif memantau pencarian dan identifikasi, turut hadir pula perwakilan daerah asal  korban yaitu dari Pemerintah Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Dengan dipulangkannya 13 jenazah ini, total 19 korban Oryong telah ditemukan.

Pekan lalu, tiga korban selamat yaitu Wanto asal Brebes, Teguh Hariono asal Lumajang, dan Naryanto Bin Wastara asal Indramayu telah dipulangkan.

Sementara itu, ada tiga jenasah yang saat ini masih dalam tahap identifikasi.

Seperti dilaporakan Kemlu sebelumnya, Kapal Oryong 501 yang tenggelam di Selat Bering, Rusia pada 1 Desember lalu ini membawa total 35 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia.

Dengan ditemukannya 19 korban, maka total 16 ABK asal Indonesia belum ditemukan.

Sementara itu, June menyampaikan pihak Kemlu dan perwakilan daerah asal berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak korban, baik asuransi maupun kewajiban perusahaan. “Kami pastikan hak-haknya terpenuhi,” kata June.

Saat menerima tiga ABK selamat 30 Desember lalu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun menyampaikan dia akan memastikan korban dan keluarga mendampatkan pendampingan moral seperti trauma healing.

“Nanti kami akan menjalin komunikasi langsung dengan keluarga korban. Akan kita dampingi proses trauma healing, dan persoalan-persoalan lainnya,” ungkap gubernur yang akrab disapa Aher ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KM Oryong 501

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup