Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LONGSOR BANJARNEGARA: 13 Orang Belum Ditemukan, Pencarian Korban Sepakat Dihentikan

Tim gabungan penanggulangan bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sepakat menghentikan proses pencarian korban dan mempercepat relokasi warga.
Anggi Oktarinda
Anggi Oktarinda - Bisnis.com 21 Desember 2014  |  20:15 WIB
LONGSOR BANJARNEGARA: 13 Orang Belum Ditemukan, Pencarian Korban Sepakat Dihentikan
Tim gabungan pencari korban longsor Banjarnegara. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JOGJA - Tim gabungan penanggulangan bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sepakat menghentikan proses pencarian korban dan mempercepat relokasi warga.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan keputusan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor dicapai atas kesepakatan dengan warga pada Minggu (21/12) siang.

"Atas kesepakatan dengan warga sebelumnya, pada Minggu pukul 12.00 WIB, pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Jemblung, Kab. Banjarnegara dihentikan. Kemudian proses relokasi akan dipercepat," ujar Sutopo, Minggu (21/12/2014).

Hari ini, ujarnya, tim gabungan menemukan dua korban tewas yaitu seorang ibu dan anaknya. Dengan demikian, jumlah korban tewas yang berhasil ditemukan mencapai 95 orang. Sementara itu sebanyak 13 orang dinyatakan hilang.

"Pihak keluarga telah mengikhlaskan anggota keluarga yang belum ditemukan. Cuaca hujan, luas dan tebalnya timbunan longsor, dan ancaman longsor susulan menyebabkan pihak keluarga korban menyetujui penghentian pencarian korban," katanya.

Setelah selesai mencari korban tewas, ujarnya, fokus utama kerja tim gabungan adalah menangani pengungsi dan relokasi korban bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat (12/12) lalu.

Saat ini, jelasnya, jumlah pengungsi di Kabupaten Banjarnegara mencapai 2.038 jiwa yang berasal dari Kecamatan Karangkobar (1.255 jiwa), Kecamatan Punggelan (613 jiwa), Kecamatan Banjarmangu (50 jiwa), dan Kecamatan Wanayasa (120 jiwa).

"Pengungsi di Kecamatan Karangkobar tersebar di 15 titik. Makanan dan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi mencukupi," katanya.

"Selanjutnya relokasi segera dipercepat," katanya.

Berdasarkan pendataan terbaru, jelasnya, total keluarga yang akan direlokasi ke Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, mencapai 35 Kepala Keluarga (KK). Jumlah KK yang direlokasi meningkat dari sebelumnya 22 KK. Dia menyebutkan di desa tersebut tersedia lahan 1.000 ha untuk relokasi keluarga korban bencana.

"Sebelumnya ada 22 yang akan direlokasi. Namun berdasarkan pendataan terbaru bersama ahli waris dan Ketua RT Dusun Jemblung, maka ada 35 KK yaitu 32 KK yang tertimbun longsor dan 3 KK yang rumahnya rusak berat. Selama perpanjangan status tanggap darurat sampai 22 Desember, relokasi penduduk akan diprioritaskan," katanya.

Syamsul Maarif, Kepala BNPB, mengatakan relokasi adalah proses yang kompleks. Relokasi tidak sekedar membangun kembali permukiman, namun lebih kepada rekonstruksi sosial dari rumah, hubungan sosial, ekonomi dan mata pencaharian.

"Jadi harus direncanakan menyeluruh," katanya.

BNPB, ujar Maarif, akan terus mendampingi Pemda Banjarnegara dalam merelokasi warga.

"Sebelum menunggu relokasi, masyarakat diberi bantuan untuk sewa rumah selama setahun, diberi jaminan hidup, dan lainnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

longsor banjarnegara
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top