Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyanderaan Anak di Gresik: Korban Akhirnya Dipulangkan ke Rumah

Korban penyanderaan yang terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Zyahriani Putri Agustin, 9, akhirnya dipulangkan ke rumahnya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Semen Gresik.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2014  |  06:31 WIB
Penyanderaan Anak di Gresik: Korban Akhirnya Dipulangkan ke Rumah
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Kabar24.com, GRESIK- Korban penyanderaan yang terjadi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Zyahriani Putri Agustin, 9, akhirnya dipulangkan ke rumahnya di Jalan Dewi Sekardadu RT 3, Desa Ngargosari Kebomas, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Semen Gresik.

Orang tua korban Budi, Rabu (17/12/2014) petang, mengatakan kondisi anaknya sudah membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga pihak rumah sakit mengizinkan pulang ke rumah.

Meski demikian, korban dan pihak keluarga tetap diminta pihak rumah sakit untuk melapor dan menjalani rawat jalan guna mengembalikan kondisi psikologis korban usai persitiwa penyanderaan.

Sebelumnya, dokter Rumah Sakit Semen Gresik, dr Tholib Bahasuan mengatakan perlu terapi khusus untuk mengembalikan kejiwaan korban, karena mengalami trauma akibat peristiwa penyanderaan.

"Korban masih perlu perawatan intensif, dan ini membutuhkan bantuan semua pihak, termasuk keluarga dan orang terdekat," kata Tholib, di Rumah Sakit Semen Gresik.

Tholib mengatakan saat kali pertama korban tiba di rumah sakit kondisinya lemas karena mengalami trauma psikologis, sementara luka yang dialami korban yakni sedikit goresan di dada akibat todongan pisau pelaku penyanderaan.

"Bantuan orang terdekat untuk mengembalikan kejiwaan korban sangat diperlukan, karena korban masih tertekan akibat peristiwa itu," katanya.

Sementara itu, tim buru sergap (buser) Polres Gresik menembak mati pelaku penyanderaan yang diidentifikasi atas nama Fuad asal Lombok, Mataram.

Kasi Personel Kodim 0817 Gresik, Kapten Arh Suwanto mengatakan, peristiwa penyanderaan terjadi selama kurang lebih dua jam, dan mengakibatkan pelaku bernama tewas setelah tim buser Polres menembak pelaku sebanyak dua kali.

"Drama penyanderaan itu terjadi selama kurang lebih dua jam, dan pelaku sempat meminta sejumlah syarat, salah satunya diantar pulang ke Mataram," ujarnya.

Suwanto menceritakan, peristiwa penyanderaan kepada seorang anak SD kelas 4 bernama Syahriani Putri Agustin itu terjadi secara tiba-tiba di depan Kantor Kodim 0817 Gresik, sekitar pukul 09.00 WIB.

Awalnya, ada seorang tak dikenal teriak-teriak di depan kantor Kodim Gresik dan meminta bertemu Komandan Kodim (Dandim) Letkol Awang Pramila Loviantara.

Setelah menunggu beberapa menit kedatangan Dandim, pelaku langsung berlari ke depan kantor Kodim yang berdekatan dengan SD Negeri 2 Tlogopatut dan melakukan penculikan serta menyandera seorang siswa dari SD itu.

"Dalam peristiwa itu pelaku langsung merangkul dan mengacungkan pisau kepada salah satu siswa, sehingga masyarakat sekitar sekolah berteriak," kata Suwanto.

Pelaku kemudian meminta petugas Kodim mengantar dengan mobil menuju pelabuhan sambil mengancam korban. Di saat pelaku lengah dalam perjalanan petugas menarik sandera dan membawa keluar dari mobil.

"Itu terjadi saat berada di lampu merah kawasan Jalan Veteran. Korban saya tarik keluar dari mobil kemudian petugas buser yang membuntuti mobil langsung melakukan tembakan dua kali," katanya. (Antara)

 

BACA JUGA:

Dapat Ancaman, Premier Film The Interview Terpaksa Dibatalkan

Andien Luncurkan Album Terbaru Bertajuk "Let It Be My Way"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kriminalitas penyanderaan

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top