Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

350 Dokter Lulus Sebagai Ahli Pemanfaatan Bahan Jamu

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan luluskan hampir 350 dokter untuk memiliki sertifikat ahli dalam pemanfaatan bahan jamu.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 09 Desember 2014  |  04:20 WIB
350 Dokter Lulus Sebagai Ahli Pemanfaatan Bahan Jamu
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan luluskan hampir 350 dokter untuk memiliki sertifikat ahli dalam pemanfaatan bahan jamu.

Kepala B2P2TOOT Litbangkes Kemenkes Indah Yuning Prapti mengatakan diklat saintifikasi jamu sudah dilakukan sejak 2010 dan tiap tahunnya dilakukan selama dua kali.

"Dokter menjadi pintu utama untuk mengkampanyekan penggunaan jamu dimasyarakat, baik sebagai penyembuh atau sekedar bahan kebugaran. Karena kami menyadarinya, maka diklat semacam ini terus digalakkan," tuturnya saat konferensi pers bertajuk Soho Global Health Dorong Saintifikasi Bahan Herbal, di Tawangmangu, Senin (8/12/2014).

Materi yang disampaikan tidak hanya sekedar teoritikal, para peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan praktek di Klinik Jamu Hortus Medicus dan kebun tanaman obat B2P2TOOT yang memiliki lebih dari 1100 spesies tanaman obat. Beragam spesies tanaman obat tersebut, diantaranya curcuma atau Curcuma xanthoriza sebagai obat gangguan pencernaan dan mampu mengatasi kanker, sambiloto atau Andrograpis paniculata yang memiliki khasiat sebagai obat demam, hingga lidah buaya atau aloe vera yang memiliki khasiat sebagai bahan baku perawaran kecantikan.

Indah mengatakan komitmen pemerintah untuk mengubah citra jamu akan dilakukan lewat upaya preventif dan promotif. Sehingga penggunaan jamu tidak dipandang lagi sebagai hal yang ketinggalan zaman. "Tahun lalu sudah ada dua saintifikasi jamu, yaitu obat hipertensi rendah dan asam urat. Tahun ini kami targetkan ada tiga jenis yang akan tersaintifikasi, di sisi lain penelitian kami terus lakukan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tanaman Obat
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top