Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Binus Resmikan Gedung Perkuliahan Di Alam Sutera

Bina Nusantara Group meresmikan gedung perkuliahan tahap pertama dengan luas bangunan sekitar 20.000 m2 terdiri atas 21 lantai di atas lahan seluas 5 hektare di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 23 Oktober 2014  |  19:01 WIB
Maket Gedung Bina Nusantara di Alam Sutera Kota Tangerang. - skyscrapercity.com
Maket Gedung Bina Nusantara di Alam Sutera Kota Tangerang. - skyscrapercity.com

Bisnis.com, TANGERANG — Bina Nusantara Group meresmikan gedung perkuliahan tahap pertama dengan luas bangunan sekitar 20.000 m2 terdiri atas 21 lantai di atas lahan seluas 5 hektare di kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang.

Stephen Wahyudi Santoso, Managing Director Bina Nusantara Group mengatakan pembangunan kampus baru di Alam Sutera atas pertimbangan persamaan misi dengan PT Alam Sutera Realty Tbk. serta Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun ekonomi kreatif.
 
“Binus University Alam Sutera ditetapkan sebagai kampus pengembangan ekonomi kreatif dan bisnis kreatif. Program pendidikan yang diberikan tidak hanya sebatas akademik formal, namun, juga membangun jiwa kreatif guna menumbuhkan jiwa entrepreneurship,” ujarnya di Alam Sutera, Kamis (23/10/2014).
 
Sesuai dengan perencanaan, lanjutnya, setelah gedung perkuliahan di lokasi ini selesai dibangun, maka luas total bangunan akan mencapai 60.000 m2. Pesatnya perkembangan ekonomi di Kota Tangerang diyakini dapat meningkatkan jiwa kreatif para mahasiswa.
 
Harjanto Prabowo, Rektor Binus University mengatakan seiring dengan perkembangan zaman, pendirian gedung perkuliahan saat ini harus berada dalam lingkungan sosial yang memiliki seluruh sarana pendukung.
 
Menurutnya, pendirian kampus dalam satu lokasi khusus dan tertutup dengan lingkungan sosial bermasyarakat berisiko menciptakan mahasiswa-mahasiswi yang individualis. Selain itu, keberadaan area komersial di lingkungan kampus sangat dibutuhkan dalam pengembangan kreatifitas mahasiswa.
 
“Jika ingin menciptakan mahasiswa berjiwa kreatif, sosial dan bersahaja, maka kampus harus berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Jika ingin menciptakan mahasiswa berjiwa akademisi, mungkin cocok seperti konsep universitas-universitas negeri yang lokasinya tertutup,” ujarnya.
 
Saat ini, ujarnya, jumlah mahasiswa aktif Binus University telah mencapai 30.000 jiwa. Adapun setiap tahunnya, universitas dapat menerima sekitar 8.000 mahasiswa baru. Oleh karena itu, dengan adanya pembangunan gedung baru ini, target penerimaan mahasiswa akan terus meningkat.
 
Berdasarkan catatan bisnis, harga tanah di kawasan Alam Sutera merupakan yang tertinggi di wilayah Kota Tangerang yakni sekitar Rp20 juta/m. Oleh karena itu, dalam menyiasati tingginya harga lahan di kawasan ini, Binus University menurut Harjanto membangun kemitraan dengan Alam Sutera.
 
“Kiprah Binus tidak pernah berniat untuk investasi tanah. Kita berdiskusi dengan pengembang yang memiliki konsep serupa dalam pengembangan pendidikan di Indonesia,” tuturnya.
 
Menurutnya, jika manajemen berinvestasi mendirikan gedung perkuliahan dengan nilai lahan yang tinggi, maka pada akhirnya akan dibebani pada biaya pendidikan mahasiswa. Oleh karena itu, penyediaan lahan kampus ini murni didukung oleh pengembang.
 
Adapun nilai investasi pembangunan gedung, menurutnya murni menggunakan dana simpanan Binus University. Manajemen, lanjutnya, tidak akan menggunakan pembiayaan dari perbankan, karena, pada akhirnya bunga dan pokok hutang dapat memberatkan mahasiswa. 
 
Tidak hanya itu, guna memberikan kesempatan pada siswa berprestasi dengan kemampuan finansial lemah, universitas setiap tahunnya menyediakan beasiswa pendidikan. Pada tahun ini, nilai beasiswa yang diberikan mencapai Rp20 miliar.
 
“Besaran beasiswa dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun lalu beasiswa yang kita berikan mencapai Rp15 miliar,” ujar Stephen.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

binus
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top