Pemkot Bekasi Diminta Aktif Kembangkan Sektor Strategis

Pemerintah Kota Bekasi diminta memaksimalkan sejumlah sektor ekonomi yang terus menunjukkan pertumbuhan positif guna meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD).
Oktaviano DB Hana | 02 Oktober 2014 19:09 WIB

Bisnis.com, BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi diminta memaksimalkan sejumlah sektor ekonomi yang terus menunjukkan pertumbuhan positif guna meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD).

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bekasi Slamet Waluyo mengatakan pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi terus bertumbuh cukup signifikan dengan didukung oleh sektor andalan, yakni industri pengolahan dan perdagangan, hotel serta restoran. Menurutnya, sektor tersebut mesti dimaksimalkan pengelolaannya, baik dalam bentuk intesifikasi penerimaan pajak maupun dengan pengelolaan melalui badan usaha milik pemerintah.

"Pertumbuhan kota cukup tinggi dan ini harus ditangkap untuk meningkatkan PAD," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (2/10/2014).

Slamet menuturkan pada 2013 produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Bekasi mencapai Rp51,88 triliun. Lapangan usaha industri pengolahan, jelasnya, bersumbangsih terbesar bagi PDRB dengan mencatat Rp21,73 triliun atau sekitar 42% dari PDRB tahun lalu.

Sektor perdagangan, hotel dan restoran menyusul dengan raihan Rp16,38 triliun atau mencapai 32% dari PDRB tahun lalu.

"Dus sektor ini masih menjadi sektot utama dalam beberapa tahun terakhir," ungkapnya.

Data BPS 2014 menunjukkan, PDRB Kota Bekasi pada 2013 bertumbuh 13,13% dibandingkan 2012 yang mencatat Rp45,86 triliun.  Laju pertumbuhan PDRB pada 2013 sedikit melambat sebab pertumbuhan pada 2012 mencapai 31,52% dibandingkan 2011.

Adapun, subsektor industri pengolahan yang menyumbang porsi terbesar pada PDRB 2013 adalah tekstil, barang kulit dan alas kaki yang mencapai Rp7,98 triliun. Menyusul subsektor makanan, minuman dan tembakau dengan raihan Rp3,77 triliun.

Sedangkan, subsektor perdagangan besar dan eceran dalam sektor perdagangan, hotel dan restoran mencetak sumbangsih terbesar dengan Rp14,40 triliun bagi PDRB 2013 Kota Bekasi.

Sementara itu, Slamet menuturkan pemerintah Kota Bekasi mesti memperhatikan juga sektor pertanian. Kendati porsi dan pertumbuhannya kecil, serta diadang oleh kendala keterbatasan lahan, dia menyatakan sektor pertanian, khususnya subsektor peternakan dan tanaman bahan makanan mesti terus dikembangkan.

Subsektor peternakan dan subsektor tanaman bahan makanan masing-masing menyumbang Rp233,99 miliar dan Rp160,93 bagi PDRB 2013.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji mengatakan pengelolaan pasar dan kebersihan menjadi sektor yang mesti digarap pemda guna meningkatkan PAD. Menurutnya, pengelolaan sektor potensial itu bahkan dapat dilakukan tanpa mengandalkan penyertaan modal dari APBD. "Potensinya itu luar biasa dan mesti dikelola oleh pemerintah daerah," sebutnya.

Tag : kota bekasi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top