Diversifikasi Pasar Topang Pertumbuhan Ekspor Sulsel

Kinerja perdagangan internasional Sulawesi Selatan dalam 8 bulan tahun ini kembali mencatatkan surplus seiring dengan pertumbuhan ekspor daerah ini.
Amri Nur Rahmat | 02 Oktober 2014 17:02 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, MAKASSAR - Kinerja perdagangan internasional Sulawesi Selatan dalam 8 bulan tahun ini kembali mencatatkan surplus seiring dengan pertumbuhan ekspor daerah ini.

Ekspor Sulsel yang masih didominasi komoditas pertambangan dan perikanan tersebut mencapai US$1,13 miliar.

Realisasi ekspor dalam kurun waktu delapan bulan itu tumbuh 9,7% dibandingkan dengan tahun lalu US$1,03 miliar.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengemukakan program diversifikasi pasar tujuan ekspor telah berkontribusi terhadap kinerja perdagangan internasional daerah ini.

"Diversifikasi pasar kami lakukan sejak awal tahun ini dengan menyasar pasar timur tengah untuk komoditas perikanan. Tapi memang kontribusinya belum terlalu tinggi," katanya, Kamis (3/10/2014).

Selain itu, program peningkatan nilai tambah komoditas kakao dengan proses fermentasi juga tengah digalakkan Pemprov Sulsel guna mendongkrak kinerja ekspor perkebunan.

Khusus komoditas perikanan Sulsel mencatatkan pertumbuhan hingga 15,7% dalam 8 bulan tahun ini menjadi US$63 juta dari periode yang sama tahun lalu yang US$54,5 juta.

Sedangkan komoditas kakao bahkan tumbuh 22,3% menjadi US$170,6 juta dan mencatatkan kinerja pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan komoditas unggulan Sulsel lainnya.

Adapun, nikel yang menjadi penyumbang terbesar dalam realisasi ekspor Sulsel hanya tumbuh 5,1% menjadi US$672,2 juta dalam 8 bulan tahun ini.

Sementara itu, impor Sulsel terus mengalami penurunan seiring dengan rampungnya pengiriman komponen pesawat tempur Sukhoi dari Rusia.

Pesawat Sukhoi itu ditempatkan di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar.

Pada periode Januari-Agustus 2014, realisasi impor Sulsel US$556,6 juta, susut 44,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$995,8 juta.

Kepala BPS Sulsel Nursam Salam mengatakan pada tahun ini komposisi impor didominasi oleh gandum-ganduman dan bahan bakar mineral.

Kondisi tersebut berbeda jauh dibandingkan dengan tahun lalu, di mana komponen pesawat terbang mendominasi impor Sulsel, bahkan memicu defisit perdagangan daerah ini.

"Inilah kenapa kita surplusnya sangat besar. Apalagi kinerja ekspor terus naik, sementara pengiriman Sukhoi sudah dirampungkan sehingga neracanya kembali positif," paparnya.

Sementara itu, Singapura menjadi negara dengan nilai impor terbesar ke Sulsel yang mencapai US$130,5 juta, disusul Australia US$100,2 juta dan Tiongkok sebesar US$60,8 juta.

Tag : sulsel, kinerja ekspor
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top