Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AKUISISI AUTONOMY: Penyelesaian Sengketa HP Tertunda

Hewlett-Packard Co menemui halangan lain dalam upayanya menyelesaikan gugatan pemegang saham atas kerugiannya dalam akuisisi Autonomy Corp.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 28 September 2014  |  18:00 WIB
Kesepakatan itu akan memberikan ketenangan pikiran untuk kemajuan Hewlett-Packard.  - bISNIS.COM
Kesepakatan itu akan memberikan ketenangan pikiran untuk kemajuan Hewlett-Packard. - bISNIS.COM

Bisnis.com, SAN FRANCISCO—Hewlett-Packard Co menemui halangan lain dalam upayanya menyelesaikan gugatan pemegang saham atas kerugiannya dalam akuisisi Autonomy Corp.

Bloomberg melaporkan, dalam lamannya pada Sabtu (27/9/2014), bahwa Hakim Distrik AS Charles Breyer di San Francisco--yang sebelumnya menyatakan persetujuan penyelesaian atas berapa banyak pengacara akan dibayar--hari ini mengatakan kepada pengacara perusahaan dia khawatir kesepakatan itu akan merampok investor untuk hak menuntut manajemen atas hal-hal yang tidak terkait dengan pembelian.

Dia mengatakan ketentuan manajer Hewlett-Packard dari kesalahan untuk pencadangan senilai US$ 88 miliar yang berkaitan dengan merger sangat mengejutkan.

Banyak dari penyelesaian antara pemegang saham dan perusahaan memenangkan persetujuan pengadilan, kata Stephen Diamond, seorang profesor di Santa Clara University School of Law.

Masalah Hewlett-Packard tidak biasa karena pemegang saham memutuskan untuk menjatuhkan tuntutan terhadap perusahaan dan bergabung dengan Hewlett-Packard untuk menuntut mantan pejabat Autonomy dalam pertukaran untuk serangkaian reformasi tata kelola perusahaan dan tidak ada kerusakan uang, katanya.

"Ada sejumlah kejanggalan di sini yang tak dapat disangkal akan memberikan hakim waktu jeda," kata Diamond. "HP memiliki insentif yang sangat kuat untuk menghapus bersih, sehingga tidak mengherankan ada beberapa penundaan."

Pengacara Perusahaan, yang mengatakan kajian internal klaim pemegang saham bebas dari kesalahan, mengatakan kesepakatan itu akan memberikan ketenangan pikiran untuk kemajuan Hewlett-Packard. Breyer mengatakan kesepakatan tersebut melampaui lingkup penyelesaian pemegang saham standar dengan mengekang kemampuan investor untuk bertanggung jawab atas kesalahan manajemen di masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyelesaian sengketa

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top