Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROPERTI BALI: Harga Tanah di Badung dan Denpasar Tak Masuk Akal

Ketua DPD REI Bali I Gusti Made Aryawan menilai harga tanah di kawasan Denpasar dan Badung sangat tidak masuk akal.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 03 September 2014  |  12:42 WIB
PROPERTI BALI: Harga Tanah di Badung dan Denpasar Tak Masuk Akal
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, DENPASAR -- Ketua DPD REI Bali I Gusti Made Aryawan menilai harga tanah di kawasan Denpasar dan Badung sangat tidak masuk akal karena harganya dapat meningkat hingga 70% dalam tempo setahun.

Dia menduga kenaikan itu dipicu semakin banyaknya orang yang berminat memiliki properti di Bali sedangkan lahan yang tersedia semakin sedikit.

"Karena kepemilikan properti di sini seperti sebuah prestise bagi sebagian orang, akhirnya mereka inilah yang membeli dengan harga berapa pun," jelasnya, Rabu (3/9/2014).

Agung mengatakan, mencari tanah seharga Rp300 juta per are (100 meter persegi) di daerah ibu kota Bali sudah sangat susah.

Kalaupun ada, lanjutnya, lokasinya di daerah pinggiran yang berbatasan dengan kabupaten lain seperti Gianyar.

Alhasil, harga rumah tinggal tipe 36 dengan luas tanah 100 meter persegi di Denpasar sudah mencapai Rp600 juta.

Dia mengkhawatirkan, bila tidak ada pengendalian, kenaikan harga tanah di Denpasar dan Badung akan memicu hal serupa di kabupaten lain.

Pasalnya, pemilik tanah yang menjual tanahnya di Denpasar akan mencari lahan di daerah lain dengan hasil penjualan tersebut.

"Seperti pindah, di sini menjual lalu dibelikan di daerah lain. Lambat laun harga di daerah lain ikut terdongkrak," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali properti properti bali
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top