INVESTASI SULUT: Investor Filipina Lirik Sektor Komoditas

Sejumlah pengusaha asal Filipina melirik investasi di sektor komoditas di Sulawesi Utara (Sulut) seiring dengan melimpahnya potensi bahan baku di daerah tersebut.
Herdiyan | 02 September 2014 09:36 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO – Sejumlah pengusaha asal Filipina melirik investasi di sektor komoditas di Sulawesi Utara (Sulut) seiring dengan melimpahnya potensi bahan baku di daerah tersebut.

Beberapa komoditas yang dilirik oleh investor Filipina, mulai dari kelapa dan turunannya, cengkih, pala, jagung, hingga ikan dan turunannya. Bahkan, pengusaha negara tetangga itu juga melirik rumah adat.

Senin (1/9/2014) sore, Konsul Jenderal (Konjen) Filipina Jose D.R. Burgos bersama para pengusaha negara itu melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil di ruang kerjanya.

Menurut Burgos, pengusaha Filipina mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang kembali membuka jalur penerbangan langsung Manado-Davao, termasuk pelayaran dengan kapal roro dari Bitung, Sangihe, langsung menuju Davao.

Sebagaimana diketahui, penerbangan langsung Manado-Davao (Filipina) kembali dibuka, yang ditandai dengan penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Bangoy Airport Davao City menggunakan maskapai Sriwijaya Air, Senin (1/9/2014).

Adapun pengusaha Filipina yang dibawa Burgos, adalah Presiden dan CEO Maharlika (perusahaan yang bergerak di bidang industri agro) Vicente T Lao, CEO Marine Ventures Corp, Chairman dan CEO Mt. Sinai Mining Exploration dan Development Corporation, CEO BF Industries Inc. (perusahaan yang bergerak di bidang manufacturer of activated carbon & charcoal briguets) Boni Pal Fernandez, serta Senior Economic Development Specialist Anelyn G Binancilan.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan pengusaha Filipina untuk kembali membangun kerja sama dengan pengusaha Sulut melirik komoditas unggulan daerah itu untuk di bawah ke negaranya.

Tag : ekonomi sulut
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top