Ganjar Pranowo: Media Suka Goreng Isu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai media menggoreng isu dan mengaitkannya dengan hasil kinerja setahun menjabat Pimpinan Daerah bersama Wagub Heru Sudjatmoko.
Pamuji Tri Nastiti | 02 September 2014 03:12 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - JIBI

Bisnis.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai media menggoreng isu dan mengaitkannya dengan hasil kinerja setahun menjabat Pimpinan Daerah bersama Wagub Heru Sudjatmoko.

Dalam dialog interaktif Satu Tahun Pemerintahan Ganjar-Heru, di Studio Mini Kantor Gubernur, Senin (1/9/2014), ia menyikapi berbagai tudingan kegagalan kinerja dan tuduhan melaksanakan praktik nepotisme dalam beberapa keputusan menyangkut pemerintahan daerah.

Menyikapi hal itu Ganjar menginginkan penilaian terhadap kinerjanya dilakukan secara fair, khususnya kritik oleh anggota legislatif. Ia meminta masukan bisa diberikan melalui forum komunikasi atau menggunakan hak interpelasi memanggil gubernur.

Sebelumnya, pada pekan lalu gencar pemberitaan media lokal mengenai kinerja Ganjar – Heru dan keputusan krusial gubernur dalam pemilihan Direktur Utama Bank Jateng dan pemilihan terbuka calon Sekretaris Daerah yang disinyalir memuat unsur KKN.

Ganjar mengungkapkan dalam pemilihan terbuka calon Sekda ia dikira menyingkirkan rekan mantan Sekda Jateng Hadi Prabowo. “Tujuh orang yang terpilih, media 'menggoreng' bahwa Ganjar menyingkirkan orangnya HP,” kilahnya.

Selanjutnya dalam proses pemilihan Supriyatno sebagai Dirut Bank Jateng sempat dituding merupakan cara untuk melanggengkan pertemanan dengan Supriyatno sebagai teman masa remajanya.

“Tidak benar. Dari sisi usia saja beda jauh.”

Meski menerima sejumlah kritikan, Ganjar mengakui kinerja selama satu tahun belum menghasilkan lompatan tinggi. Pihaknya berjanji terus melakukan pembenahan system dan menyesuaikan ritme kerja lebih cepat dan dinamis di lingkungan Pemprov.

Sejumlah program pun terus digenjot terutama pembangunan infrastuktur karena sebagian besar masyarakat mengeluhkan kondisi lemahnya infrastruktur di Jateng. Ganjar sempat meminta alokasi anggaran Rp 1,5 triliun untuk infrastruktur dan disetujui dewan Rp 1,2 triliun.

Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko menambahkan komitmen membangun Jateng harus dimiliki eksekutif, legislatif, dan seluruh masyarakat.

“Ada proses yang harus ditempuh. Ada kompleksitas masalah, melihatnya mudah, tapi solusinya tidak seperti yang diharapkan. Dialog, rembugan, merupakan cara terbaik. Tapi cara itu sulit diterima karena mereka inginnya cepat.”

Tag : ganjar pranowo
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top