PROPERTI INGGRIS: Standar Hipotek Diperketat, Pembelian Rumah Menurun

Masyarakat Inggris ramai-ramai membatalkan kesepakatan untuk membeli rumah di tengah ekspektasi penguatan properti akan berakhir, setelah bank mengetatkan standar hipotek.
Amanda Kusumawardhani | 02 September 2014 18:35 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, LONDON -- Masyarakat Inggris ramai-ramai membatalkan kesepakatan untuk membeli rumah di tengah ekspektasi penguatan properti akan berakhir, setelah bank mengetatkan standar hipotek.

Berdasarkan data Quick Move Now, kesepakatan pembelian rumah yang gagal mencapai 26,4% pada Agustus tahun ini, naik dari Juli yaitu 24,4%.

“Kami melihat kenaikan tajam terhadap jumlah pembeli potensial, tetapi seketika berubah pikiran dan menarik diri dari kesepakatan. Hal itu salah satunya dipicu oleh kekhawatiran bahwa pasar properti bakal bangkrut,” kata Donna Hauguez, analis Quick Move Now di London, Selasa (2/9/2014).

Paket kebijakan tersebut juga memperketat persyaratan pendapatan, dan regulasi lainnya yang mengatur bahwa bank berhak untuk membatalkan kesepakatan jika pembeli gagal melalui uji kelayakan.

Akibatnya, pembatasan tersebut menjadi alasan utama di balik gagalnya kesepakatan kredit perumahan yang kemudian mengarah terhadap penurunan jumlah hipotek.

Bank of England (BOE) meluncurkan sejumlah regulasi untuk meredam hipotek, setelah harga rumah di Inggris terkerek naik 9,9% selama 12 bulan hingga Juli tahun ini yang setara dengan 270.636 pound (US$450.000).

Data Hometrack Ltd. menunjukkan nilai rumah di London melambat signfikan selama enam bulan terakhir.

Padahal, London selama ini memimpin pasar perumahan di Inggris sejak 2009.

Pada Agustus tahun ini, hanya 11% distrik yang mencatatkan kenaikan, turun dari 87% pada Februari lalu.

“Spekulasi tentang gelembung perumahan dan peringatan dari BOE telah mempengaruhi sentimen. Belum lagi, pengetatan standar hipotek, dan isu kenaikan suku bunga acuan semakin membuat mereka [pembeli] berpikir dua kali untuk membeli rumah,” tekan Richard Donnell, Direktur Riset Hometrack.

Sumber : Bloomberg

Tag : ekonomi inggris
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top