Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI THAILAND: Baht Terakselerasi Suntikan Investor Asing

Baht, mata uang Thailand, mencetak kenaikan selama 5 pekan berturut-turut menyusul suntikan modal investor yang mencapai US$2 miliar ke pasar obligasi lokal.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 Juli 2014  |  15:15 WIB

Bisnis.com, BANGKOK—Baht, mata uang Thailand, mencetak kenaikan selama 5 pekan berturut-turut menyusul suntikan modal investor yang mencapai US$2 miliar ke pasar obligasi lokal.

Data Bloomberg menunjukkan baht menguat 0,8% dari pekan lalu menjadi 31,88 per dolar pada 9.39 di Bangkok. Investor global telah menjadi pembeli obligasi Negeri Gajah Putih ini selama 20 hari terakhir, menaikkan kepemilikan utangnya hingga US$5,3 miliar.

Pada saat yang sama, investor global juga mengucurkan dana segar ke ekuitas Thailand senilai US$700 juta.  

“Aliran dana yang masuk ke pasar obligasi lokal merupakan alasan utama penguatan baht. Kebanyakan investor cukup optimistis tentang prospek ekonomi Thailand,” ucap Kampon Adireksombat, ekonom Tisco Securities co. di Bangkok, Jumat (25/7).

Sementara itu, Pridiyathorn Devakula, mantan Menteri Keuangan dan penasihat pemimpin junta militer mengungkapkan ekonomi Thailand yang sempat tergelincir pada kuartal I/2014, berpotensi terdongkrak ke kisaran 5%-6% menyusul intervensi militer dalam pemerintahan.

Yield  obligasi yang jatuh tempo April 2024 melorot 6 basis poin atau 0,06% menjadi 3,77% pada pekan ini. Capaian tersebut merupakan penurunan terbesar selama 2 bulan terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Krisis Thailand

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top