Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ISRAEL SERANG GAZA: Jumlah Korban Tewas Capai 248 Orang

Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Gaza hingga hari ini, Jumat (18/7/2014) mencapai 248 orang, setelah Negara Yahudi itu melakukan serangan darat pada hari ke-11 dari operasi besar-besaran untuk membasmi roket pejuang Gaza.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Juli 2014  |  12:25 WIB
ISRAEL SERANG GAZA: Jumlah Korban Tewas Capai 248 Orang
Suasana di Palestina usai serangan udara Israel

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Gaza hingga hari ini, Jumat (18/7/2014) mencapai 248 orang, setelah Negara Yahudi itu melakukan serangan darat pada hari ke-11 dari operasi besar-besaran untuk membasmi roket pejuang Gaza.

“Kematian terbaru termasuk seorang pria di Shejaiyeh, timur kota Gaza, meningkatkan jumlah korban tewas pda Jumat menjadi tujuh,” kata juru bicara pelayanan darurat, Ashraf al-Qudra seperti dikutip Antara, Jumat (18/7/2014).

Sebelumnya, empat orang tewas oleh tembakan Israel di beberapa insiden terpisah di selatan kota Rafah, termasuk bayi lima bulan, kata Qudra. Di Gaza utara, dua orang tewas dalam penembakan tank di Beit Hanun.

Menurut data yang diberikan oleh Pusat Hak Asasi Manusia Palestina yang berbasis di Gaza, lebih dari 80% korban adalah warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Setidaknya 1.920 warga Palestina juga terluka.

Sejak operasi Israel dimulai sebelum fajar pada 8 Juli, setidaknya 1.150 roket ditembakkan dari Gaza telah melanda Israel, dan 311 lainnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, kata tokoh-tokoh militer Israel. Di sisi Israel, satu warga sipil tewas oleh serangan roket, dan empat lainnya terluka serius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

israel jalur gaza
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top