Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS GAZA: PBB Desak Israel Batalkan Serangan Darat ke Palestina

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel membatalkan rencana serangan ke Palestina dengan menggunakan pasukan angkatan darat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Juli 2014  |  09:55 WIB
KRISIS GAZA: PBB Desak Israel Batalkan Serangan Darat ke Palestina
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel membatalkan rencana serangan ke Palestina dengan menggunakan pasukan angkatan darat.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon menyatakan bahwa terlalu banyak korban tewas dari pihak sipil Palestina.

Ban mengatakan merasa bertanggung jawab bagi warga Palestina--terutama di Jalur Gaza--yang telah sejak lama tidak merasakan kebebasan dan harga diri yang pantas didapatkan.

“Situasi di Gaza--dengan korban dari pihak Palestina setidaknya mencapai 170 orang dan tidak ada dari Israel--nampak terus memburuk," ujar Ban, seperti dikutip Antara, Senin (14/7/2014).

Ban juga mengecam penembakan sejumlah rudal ke wilayah Israel oleh gerakan garis keras Hamas yang menguasai Gaza. Dia meminta penghentian segera insiden serangan-serangan ini.

Sekretaris Jenderal PBB ini menekankan bahwa terlalu banyak warga sipil Palestina yang menjadi korban tewas, dan invasi darat dari Israel tentu akan meningkatkan jumlah angka kematian dan semakin menambah penderitaan warga sipil di Jalur Gaza.

"Adalah kebaikan dua pihak untuk mengganti langkah-langkah yang membahayakan dengan kebijakan segera yang dapat menghentikan kekerasan. Hal ini dapat mencegah bertambahnya korban dan resiko besar perdamaian serta keamanan regional," kata Ban dalam sebuah pernyataan resmi yang disiarkan oleh juru bicaranya, Stephane Dujarric.

Meskipun terus didesak untuk melakukan gencatan senjata, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pihak militer telah menyerang Hamas dengan kekuatan yang terus bertambah sekaligus mengingatkan bahwa belum ada tanda-tanda akan menghentikan serangan.

Sementara itu, pada pihak Palestina, Presiden Mahmud Abbas mengaku akan meminta Ban untuk memasukkan Negara Palestina di bawah sistem perlindungan internasional PBB demi penyelesaian kekerasan di Gaza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel gaza

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top