Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Cekak, PLN Jatim Setop Tambah Jaringan & Daya

Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Timur menghentikan sementara penyambungan jaringan dan penambahan daya karena tidak ada dana.
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 12 Juni 2014  |  17:13 WIB
Dana Cekak, PLN Jatim Setop Tambah Jaringan & Daya
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA-Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Timur menghentikan sementara penyambungan jaringan dan penambahan daya karena tidak ada dana.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur Arkad Matulu menguraikan dana subsidi dari pemerintah untuk perseroan belum diterima sampai sekarang. Sehingga pengadaan sejumlah alat operasional pun terlambat.

Dampak lebih lanjut, kata dia, ada antrean penyambungan dan penambahan listrik. Padahal, perusahaan yang sudah mendaftar mendapat sambungan sudah membayar.

“Ada 99 perusahaan baik tambah daya atau sambung baru yang tak bisa dilayani. Mereka sudah bangun gedung dan instalasi dan hanya tinggal disambungkan,” jelasnya, Kamis (12/6/2014).

Menurutnya keterlambatan pencairan dana subsidi listrik dari pemerintah tidak terjadi sebelumnya. Bahkan, pada 2013 lalu per April dana sudah cair sehingga tak sampai menghentikan pendaftaran.

Sedangkan tahun ini, lanjut dia, belum ada informasi kapan dana subsidi tersebut cair. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi panjangnya antrean ada pembatasan permohonan tambah daya dan sambungan baru.

“Saat ini sudah diajukan ke pusat penghentian penerbitan register untuk pendaftaran online. Sehingga pemohon hanya dapat nomor agenda saja,” urainya soal strategi mengurangi semakin panjang antrean pemohon sambungan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi listrik pln jatim
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top