Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lebih dari 227 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra

Satelit Modis Terra dan Aqua terakhir mendeteksi dan merekam kemunculan 227 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatra, terbanyak dalam 3 bulan terakhir.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 09 Juni 2014  |  05:22 WIB
Lebih dari 227 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU--Satelit Modis Terra dan Aqua terakhir mendeteksi dan merekam kemunculan 227 titik panas (hotspot) di daratan Pulau Sumatra, terbanyak dalam 3 bulan terakhir.

Menurut hasil rekam satelit itu yang diterima Antara pada Minggu malam (8/6/2014) , ratusan titik panas tersebar di hampir seluruh wilayah atau provinsi di Sumatra meliputi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jambi, Aceh dan Sumatra Barat.

Sementara di Riau, Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan 37 "hotspot" yang merupakan terbanyak dalam satu bulan terakhir.

Menurut satelit itu, titik panas di Riau terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan yakni 13 titik, kemudian di Meranti sebanyak 5 titik, dan Siak serta Indragiri Hilir sama-sama terdapat empat titik panas. Kemudian di Kuantan Singingi terekam keberadaan tiga titik panas, Dumai (2 titik), Bengkalis (2), Indragiri Hulur (2) dan Rokan Hilir serta Rokan Hulu masing-masing dua titik panas.

Berbeda dengan hasil pantauan Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat yang dioperasikan Singapura, hanya mendeteksi 37 titik panas di Sumatera.

Unuk di Riau, satelit ini merekam keberadaan 18 titik panas yang berada di Indragiri Hulu (5 titik), Pelalawan (4), Bengkalis (3), Kuantan Singingi (3), Kampar (1), Rokan Hilir (1), dan di Indragiri Hilir juga satu titik panas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Said Saqlul Amri mengatakan, sejauh ini pihaknya bersama tim satuan tugas penanggulangan bencana kabut asap masih terus siaga.

Upaya yang dilakukan sejauh ini menurut dia yakni melakukan pemadaman dengan "water bombing" kemudian penerapatan teknologi modifikasi cuaca untuk hujan buatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

titik panas
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top