Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Listrik di Riau Jelang Pilpres Tidak Aman

Pasokan listrik di Provinsi Riau menjelang pemilu presiden pada 9 Juli 2014 mengkhawatirkan dan berisiko terganggu.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 03 Juni 2014  |  16:07 WIB
Pasokan Listrik di Riau Jelang Pilpres Tidak Aman
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU--Pasokan listrik di Provinsi Riau menjelang pemilu presiden pada 9 Juli 2014 mengkhawatirkan dan berisiko terganggu.

Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR) Sarno mengaku tidak mampu menjamin kondisi kelistrikan akan tetap aman dan lancar.

"Saat ini beban energi listrik untuk seluruh wilayah di Riau mencapai 500 MW. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan tahun lalu yang masih sekitar 450 MW," kata Sarno kepada wartawan, Selasa (3/6/2014).

Dia menambahkan beban tersebut merupakan kalkulasi pada beban puncak atau malam hari, tetapi akan berkurang pada siang hari yang hanya sekitar 470-480 MW.

Sarno menjelaskan kebutuhan daya tersebut sejauh ini masih dapat dipenuhi karena mayoritas disuplai melalui jaringan interkoneksi Sumatera.

Pihaknya juga telah melakukan kontrak kesepahaman dengan seluruh PLN yang ada di Riau untuk menjaga ketersediaan energi hingga pelaksanaan Pilpres. Namun, distribusi listrik berisiko terganggu karena sejumlah pembangkit dan jaringan masih rentan terkena dampak dari cuaca buruk.

"Mudah-mudahan suplai daya listrik masih akan mencukupi dan normal. Seluruh jajaran sudah diminta agar lebih mewaspadai gangguan alam tersebut," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi listrik
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top